Kamis, 21 November 2019

0 Memakai Sarung ke Masjid Tanpa Takut Melorot

Sebelumnya saya selalu menggunakan celana jeans jika hendak Sholat Subuh di masjid. Kalau di rumah lebih sering sholat dengan menggunakan sarung, tetapi jika ke masjid menggunakan sarung dari rumah, saya tidak berani, alasan utama: karena takut sarungnya melorot turun disebabkan ikatan sarung yg tidak kuat, terlebih lagi jarak antara rumah ke masjid As Sakinah, sekitar 300-400 meter dengan berjalan kaki.
Baru sekitar 2 minggu yg lalu saya merasa, sepertinya lebih nyaman menggunakan sarung ke Masjid dan saya mempraktekan dengan menggunakan cara Abah/ ayah saya. Saya masih ingat sewaktu hendak Sholat Idul Fitri atau Idul Adha (saya lupa), kemungkinan masih duduk di kelas 3 SDK1 Samanhudi, beliau memakaikan saya sarung seperti yg saya lakukan sekarang ini. 

Berangkat dari rumah hingga kembali usai sholat subuh, ikatan sarung masih kuat dan rapi.

Tampak samping

Tampak belakang

Menggunakan sabuk ikat pinggang yg elastis, diselipkan di dalam lipatan sarung

Ikat pinggang yg tidak lebar tetapi elastis, sehingga memegang ikatan sarung dengan kuat


Ikat pinggang ini milik istri saya, "dipinjam dulu ya sayang, muach.."

Thx,  ^_^

Rabu, 13 November 2019

0 Merapikan Icon

Sudah lama saya ingin mengganti tampilan icon di sisi kanan dengan yg lebih baik, akhirnya bisa juga mewujudkannya.

Ada 2 icon baru sebagai tambahan, yaitu: Inovasi dan Desain. Sedangkan untuk icon Karya Mami, saya letakkan di bagian atas, mengingat sentuhannya dalam hal penyusunan tata ruang barangkali patut untuk diikuti.
Seperti saat mami dulu menyusun ulang rumah tinggal yg saya tempati, saat itu mami menyusun ruangan dengan fungsi maksimal tetapi kenyamanan tetap saya dapatkan, luar biasa.

Seperti inilah hasil ke-16 icon yg sudah dibuat.

















Tidak mudah membuat design iconnya, bahkan untuk mempermudah pengerjaan layar laptop sementara saya tempelkan isolasi, sebagai alat bantu edit gambar.


Thx,  ^_^

Kamis, 07 November 2019

0 Memperbaiki Handel Lemari Plastik yg Patah

Kemarin malam, sewaktu saya hendak mengambil WD-40 di laci lemari paling bawah, ternyata handel laci yg terbuat dari plastik patah dikarenakan terlalu banyak barang yg saya letakkan didalamnya, sehingga laci jadi terlalu berat untuk ditarik, dibuka.
Akhirnya saya memperbaikinya dengan cara yg menurut saya paling cepat dan kuat, dengan menggunakan barang-barang yg ada di sekitar saya.
  • Mini grinder dengan mata bor ukuran 2 mm, untuk membuat lubang-lubang pada handel laci dan dinding laci, agar benang sol bisa digunakan untuk menjahit handel laci
  • Benang sol sepatu (sudah lama saya beli ketika usai Sholat Jumat di masjid Al Ittihaad Tebet)
  • Pengait benang rajut nomor 10 (ukurannya agak terlalu kekecilan) untuk menarik benang sol, seperti menjahit tukang sepatu
  • Lem power glue Alteco, untuk merekatkan handel laci, dinding laci serta benang sol sepatu. Pemberian power glue alteco di teteskan pada bagian sisi dalam dinding laci.
Mini grinder dengan mata bor 2 mm

Bahan dan perangkat yg diperlukan


Handel laci yg masih bagus

Handel laci yg patah, setelah di operasi plastik


Isi laci yg terlalu berat

Lemari sudah bisa digunakan seperti semula

Bahan dan perangkat yg digunakan



Awalnya cuma ingin mengambil WD-40, akhirnya handel lemari jadi kekar kembali..

Thx,  ^_^

Kamis, 31 Oktober 2019

0 Bagaimana Sholatmu?

Pernahkah saat selesai sholat, terpikirkan, tadi surat apa yg saya baca? Di rakaat pertama? Apa bacaan surah di rakaat ke dua? Terlebih saat pikiranmu tengah berada di proyek yg akan dikerjakan. Begitu liar pikiran menjelajah. Kepada orang lain bisa berkomunikasi dengan baik, mengapa terhadap Penciptamu tidak?
Seperti beberapa saat yg lalu, ketika saya sholat Dhuha, di rakaat ke 4 baru menyadari, terlalu cepat sholat yg saya jalani. Dan saya lupa kuncinya..


  • Perlambatkan bacaanmu agar bisa meresapi apa yg engkau baca. 
  • Biarkan mulutmu ikut bergumam kecil menyampaikan bacaan dipikiranmu, sehingga dengan sadar tahu bacaan apa yg sudah engkau baca.
Tetapi suara yg keluar dari mulutmu janganlah sampai mengganggu konsentrasi ibadah orang yg ada disebelah atau di sekitarmu.

Semoga selalu kupegang kuncinya dalam ibadahku selanjutnya dan membawa juga manfaat untukmu.


Thx,  ^_^


Selasa, 29 Oktober 2019

0 Terapi Darah dengan Fasdhu

Karena seringnya merasakan rasa kaku di tengkuk belakang, rasa kebas di lengan bawah dan juga wajah, sehingga cukup banyak obat yg harus saya minum. Kalau saya cek darah, kadar asam urat saya termasuk tinggi, pernah sampai pada level 11,8 mg/dL.
Sebelumnya saya beberapa kali menjalani pengobatan alternatif bekam, sampai salah seorang teman saya, pak Herman, menyarankan agar mencoba terapi fasdhu.
Rupanya ada perbedaan antara bekam dan fasdhu. Kalau bekam yg proses pengeluaran darah melalui pembuluh darah kecil sedangkan fasdhu proses pengeluaran darah melalui pembuluh darah besar.
Setelah saya melengkapinya dengan terapi fasdhu, rasa kaku di leher belakang dan rasa kebas di lengan bawah dan wajah, Alhamdulillah, tidak saya rasakan lagi.

Seperti inilah, pengambilan darah dimulai dari tangan sebelah kiri


Selanjutnya pengambilan darah melalui tangan sebelah kanan

Setelah dirasa cukup, pengambilan darah dihentikan.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat video tentang fasdhu

Bagi yg berminat ingin terapi fasdhu seperti yg saya lakukan,

Airin
Jl. H. Mugni 5 No. 135A, RW.001, Jatimekar, Kec. Jatiasih, Kota Bks, Jawa Barat 17422
https://goo.gl/maps/zbh7HvsM7biEdkPB8

Sahabatku, pak Herman

Semoga manfaat.
Thx,  ^_^

Rabu, 23 Oktober 2019

0 Buat Alat untuk Memudahkan Berwudhu, Padasan

Cara berwudhu dengan menggunakan padasan, saya ketahui ketika saya sedang bersilaturahmi ke rumah sahabat saya, Achmad Abadi atau biasa kami panggil Bang Ucok.
Menurutnya padasan masih biasa digunakan di daerah-daerah, sementara saya baru mengetahui ada alat yg bernama padasan dan sangat layak untuk di buat di rumah dan di contoh.
Berwudhu jadi terasa lebih sempurna disamping penggunaan air yg lebih hemat.

Saya menggunakan gayung yg ukurannya agak besar untuk dibuat padasan

Setelah mencoba berulang-ulang, akhirnya saya dapatkan diameter ukuran lubang yg pas, yaitu sebesar 1,1 cm


Pancuran air yg keluar dari lubang padasan, demikian pas untuk berwudhu..


Ambil air di gayung padasan lalu letakkan di pinggir bak mandi. Air langsung memancur keluar dari lubang padasan dan siap digunakan untuk berwudhu.
Biasanya setiap kali berwudhu membutuhkan 2 gayung air

 sahabat baikku, Bang Ucok.

Semoga manfaat.

Thx,  ^_^

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

 

o2 fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates