- Posisikan badan menempel/menyender tegak lurus di dinding tembok. Siapkan kursi di sisi kanan dan kiri sebagai penahan tangan.
- Posisikan kaki sekitar 10-15 cm dari tembok.
- Rendahkan tubuh dengan menekuk lutut semaksimal mungkin menuju posisi jongkok. Tahan pada titik batas nyeri maksimal (bukan nyeri tak tertahankan) selama 5-10 detik, dengan postur pinggang tetap tegak lurus.
- Dorong dan angkat tubuh kembali ke posisi berdiri tegak menggunakan bantuan tangan di kursi.
- Lakukan berulang kali. Target mencapai posisi jongkok biasanya membutuhkan waktu 5-7 hari.
Sabtu, 29 Agustus 2026
0 Alhamdulillah, Mereka Kembali Normal Pasca Patah Tulang Berkat Terapi Mandiri oleh Mereka Sendiri di Rumah
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mendampingi tiga orang yang mengalami patah tulang. Semoga cerita ini bisa menjadi referensi bagi keluarga yang sedang menjalani masa pemulihan.
⚠️ Catatan Penting: Usahakan setidaknya pernah menjalani terapi di rumah sakit terlebih dahulu agar ada patokan medis yang aman sebelum melakukan terapi mandiri di rumah bersama keluarga.
1. Anak Sahabat – Motivasi Berbasis Ibadah
Anak sahabat baik saya mengalami patah tulang paha dan baru keluar dari rumah sakit. Saya ajari teman saya (orang tuanya) terapi awal pasca operasi, seperti yang pernah saya alami saat kedua paha saya patah.
Saat menekuk lutut hingga mendekati sudut 90°, anak itu menangis karena menahan sakit. Saya berikan motivasi sekaligus penjelasan kepada orang tuanya:
"Memang sakit, tapi harus dilakukan agar bisa kembali normal. Harus kuat, jangan sampai nanti terlihat cacat. Nanti kalau sudah lepas tongkat dan belajar berjalan, sholat ya dengan cara yang normal, biar kakinya kembali sempurna."
Beberapa tahun kemudian, saya bertemu dengannya. Ia sudah beranjak remaja, sehat, lincah, dan hitam manis.
Saya tanyakan, "Bagaimana kakinya?"
"Baik, Om.."
"Sholat normal?" (Sebagai parameter kesempurnaan gerak)
"Iya, Om.."
Alhamdulillah π€²πΊ
2. Tetangga Komplek – Psikologi Pemulihan & Titik Keseimbangan
Seorang tetangga pasca sembuh dari patah tulang kaki masih berjalan pincang. Pada suatu kesempatan, saya berikan teori singkat tentang titik keseimbangan:
"Jalannya pelan-pelan saja. Belajar dari kaki yang sehat. Perhatikan setiap langkah normal; tubuh akan condong ke sisi kanan atau kiri, terutama saat berjalan pelan. Di area itulah titik keseimbangan, tempat kita bisa berhenti dan berdiri hanya dengan satu kaki. Titik inilah yang harus dicari dan dirasakan di tiap langkah agar tidak ada perbedaan kecepatan antara kaki kanan dan kiri.
Coba perhatikan gerakan kaki yang sehat. Pelan-pelan saja, rasakan ada gerakan sedikit menjinjit. Perhatikan lagi, lalu ikuti dengan kaki yang sakit.
Kalau kamu nggak enak sama orang sekitar, pura-pura saja main HP sambil melangkah pelan. Pura-pura serius membalas chat, padahal pikiranmu fokus pada kaki."
Dia sebelumnya pincang karena sudah terbiasa tidak mempercayai kakinya yang sembuh, sehingga buru-buru memindahkan beban ke kaki sehat. Setelah sekian lama tak bertemu, langkah kakinya kini terlihat gagah dan sempurna.
Masya Allah π€²πΊ
3. Sepupu Istri – Koreksi Sudut Lutut & Postur Tegak Lurus
Sepupu istri saya baru sembuh pasca patah kaki, sudah bisa berjalan namun gerakannya saat duduk terasa kaku. Kakinya tidak bisa ditekuk sempurna untuk duduk bersimpuh atau bersila. Saya sarankan gerakan koreksi berikut:
Setelah bisa jongkok, barulah lakukan sholat dengan cara normal agar gerakan duduk diantara dua sujud menjadi indah dan sempurna.
Saya sendiri butuh sekitar 5 hari untuk menguasai gerakan ini, hingga tidak ada rasa sakit saat melakukannya.
Rasa sakit di persendian lutut adalah wajar karena ditujukan untuk mengkoreksi sudut tekukan yang tidak pernah dilatih dengan baik.
Itu adalah harga yang harus dibayar untuk kembali hidup normal.
Ketika Lebaran kemarin, sepupu istri bertandang ke rumah mertua dengan langkah yang gagah dan sangat sempurna.
Masya Allah, Alhamdulillah.
Semua atas Ridho-Nya π€²πΊ
Catatan Tambahan:
Metode rehabilitasi mandiri ini paling efektif diterapkan pada periode 3-6 bulan pasca operasi/cedera, saat jaringan masih dalam fase pemulihan aktif. Bagi yang sudah melewati 1 tahun atau mengalami kekakuan kronis, konsultasi langsung dengan fisioterapis klinis sangat disarankan sebelum mencoba gerakan ini, karena risiko komplikasi lebih tinggi. Setiap tubuh memiliki timeline pemulihan yang unik.
Semoga manfaat
Thx ^_^
Selasa, 18 Agustus 2026
0 Membantu Terapi Teman yg Stroke (Jurnal)
Rehabilitasi Mandiri Pasca Stroke
Teman baik saya, Erwin, sekitar 4 tahun yang lalu terkena stroke. Sempat saya jenguk ke rumah sakit dan beberapa kali datang ke rumahnya. Waktu itu saya hanya sebatas memberikan teori dan praktik, supaya Erwin bisa cepat sembuh dan kembali normal. Keberhasilan pemulihan sepenuhnya bergantung pada orang yang bersangkutan: apakah ia memilih menyerah atau berjuang untuk kembali normal. Dan teman saya berani melewatinya tanpa merasa bosan berlatih, benar-benar pribadi yang tangguh.
Rehabilitasi stroke bukan soal seberapa keras kita berlatih, tetapi seberapa cepat kita memulainya. Semakin cepat latihan dimulai, semakin besar peluang otak memanfaatkan masa pemulihan terbaiknya. Meski masa sekitar 3 bulan pertama sering dianggap sebagai 'golden period', jangan berkecil hati bila sudah lewat. Selama masih mau berlatih dengan benar dan konsisten, peluang untuk terus berkembang tetap ada.
Karena saya sendiri pernah punya pengalaman, tiga kali patah tulang di kaki, bahkan yang terakhir patah di kedua paha. Saya menjalani dua kali operasi pada paha kanan akibat pen di paha kanan tersebut patah, sekaligus cangkok tulang yang diambil dari tulang pinggul untuk mengisi bagian tulang paha yang dibuang pada operasi pertama. Butuh waktu 23 bulan hingga akhirnya saya mulai belajar berjalan kembali. Sepuluh tahun kemudian, kedua pen di paha kanan dan kiri diangkat karena sudah sangat mengganggu. Usai operasi pengangkatan pen, saya kembali menjalani terapi mandiri dengan fokus melatih persendian pangkal paha dan lutut, mengembalikan kekuatan otot, serta belajar mengatur langkah kaki agar pola berjalan kembali senormal mungkin. Termasuk melatih gerakan refleks pada kedua kaki, mensimulasikan gerakan kaki kanan dan kiri pada skenario rem mendadak saat membawa kendaraan roda empat. Latihan refleks ini sangat penting menyangkut keselamatan manusia dan saya lakukan di dalam mobil yang mesinnya sedang saya panaskan.
Latihan Untuk Teman Saya, Erwin
Latihan awal dimulai beberapa hari setelah Erwin terkena stroke dan dirawat di rumah sakit. Saat menjenguk, saya memberikan bola berduri khusus pasien stroke.
Latihan Bola.
Meremas, meletakkan, mengambil bola lagi, meremas, dan lakukan berulang. Saat posisi rebahan, letakkan bola di samping tubuh, jauhkan tangan dari bola, lalu ambil kembali bola itu tanpa melihat—hanya menggunakan rabaan tangan yang sakit. Jumput bola, angkat ke atas, letakkan di dada, lalu kembalikan ke kasur. Jauhkan sedikit dari tangan, cari kembali hanya dengan rabaan jari, ambil bola, dan ulangi.
Saat sudah bisa berjalan dan duduk, tetap latih kekuatan dan koordinasi tangan dengan memegang bola.
Latihan Minum Air.
Pakai gelas plastik bergagang, minum menggunakan tangan yang sakit. Kalau bingung, pindahkan gelas ke tangan sehat, perhatikan gerakannya, lalu tiru dengan tangan sakit. Lakukan meski tanpa air di gelas.
Setelah mampu minum langsung, lanjutkan dengan menuang air dari botol ke gelas menggunakan tangan sakit, lalu mengambil obat.
Latihan Berdiri dari Posisi Duduk.
Tidak semudah yang dikira. Awalnya belajar keseimbangan dengan otot kaki sehat, tetapi harus segera melatih massa otot kaki sakit agar struktur tulang pinggul tidak berubah. Usahakan berdiri dengan tumpuan kedua kaki. Jika belum kuat, boleh dibantu tangan sebagai penyangga.
Namun, posisi pinggul HARUS lurus bila dilihat dari belakang, tidak miring.
Latihan Berjalan.
Tidak perlu cepat. Fokus pada kaki sakit yang belajar dari kaki sehat. Saat berjalan pelan, tubuh otomatis mencari titik tumpu untuk berdiri dengan satu kaki. Berhenti sejenak, baru lanjutkan langkah. Fokuslah pada titik tumpu ini agar kecepatan melangkah antara kaki kanan dan kiri seimbang.
Perhatikan juga gerakan tersembunyi seperti menjinjit. Gerakan ini wajib ditiru oleh kaki sakit; tanpanya, langkah jadi tidak stabil atau terlihat pincang. Bayangkan seperti naik sepeda dengan roda kotak atau elips.
Latihan Berjalan Sambil Memegang Tembok.
Berjalan di koridor rumah sambil menyentuh dinding dengan tangan sakit, seolah berpegangan di setiap langkah. Ini melatih cara berjalan sekaligus koordinasi tangan.
Latihan Berjalan Sambil Membawa Benda.
Bawa gelas plastik kosong (seolah berisi air) atau tas tangan. Ingat: gerakan tangan dan berjalan harus perlahan. Tak perlu terburu-buru. Selalu fokus meniru gerakan tangan dan kaki sehat, lalu terapkan ke sisi sakit.
Latihan Mencari Kunci di Dalam Tas.
Tanpa melihat, cari kunci hanya dengan rabaan. Setelah ketemu, masukkan kunci, putar, tekan gagang pintu, dan buka pintu.
Latihan Mengambil Dompet.
Buka dompet, ambil uang, pilih selembar, sodorkan, kembalikan ke kumpulan uang, dan masukkan kembali dengan rapi.
Latihan Menggunakan KTP.
Ambil KTP, sodorkan, kembalikan ke tempat semula. Tak perlu cepat, tapi lakukan dengan gerakan benar. Kalau bingung, minta tangan sehat melakukannya dulu, lalu ulangi dengan tangan sakit.
Latihan Makan di Meja Makan.
Gunakan peralatan makan lengkap (garpu dan sendok). Usahakan makan layaknya orang normal.
Latihan Menggunakan Ponsel.
Gunakan tangan sakit untuk mengetik, memasukkan ponsel ke tas, dan membawanya.
Latihan Saat Iseng.
Pegang pulpen dengan tangan sakit, tuliskan nama sendiri dan nama orang-orang yang disayangi di buku. Besoknya, tulis di lembar berikutnya, dan seterusnya.
Latihan Lainnya.
Memakai dan mengikat tali sepatu, serta aktivitas harian lainnya.
Latihan Gerakan Peregangan.
Mengikuti anjuran dokter.
Olahraga Berjalan Kaki di Lapangan.
Ini inisiatif Erwin sendiri. Begitu bersemangat untuk sembuh, salut! π
Kalau sudah kuat dan stabil, keliling lapangan pagi hari. Biarkan badan berkeringat dan terkena sinar matahari. Di awal-awal, pastikan ada pendamping agar tidak berisiko jatuh.
Gerakan Kesempurnaan: Gerakan Sholat.
Masya Allah.. π€²πΊ
Ingat,
Tidak perlu terburu-buru, tapi lakukan dengan cara dan gerakan yang benar.
Kalau bingung, lihat, perhatikan dan tiru gerakan tubuh yang sehat.
Kembali lagi, tergantung kemauan masing-masing,
Semangat ya.. ππ
Dalam waktu 1 bulan, Erwin sudah bisa bergerak normal dan mandiri. Di bulan ke-2, sudah bisa mengendarai mobil lagi.
Video bersama Erwin, sesudah kembali gagah ππ
(Sehat terus ya bro..)
Tulisan ini berbasis pengalaman pribadi dan pengamatan, bukan pengganti terapi dari dokter atau terapis profesional. Sangat disarankan tetap berkonsultasi dengan tenaga medis, karena setiap kondisi stroke berbeda-beda.
Semoga manfaat.
Thx ^_^
Masya Allah
Alhamdulillah
Astaghfirullah π
Rabu, 15 Juli 2026
0 Mengapa Sistem Label Blog yang Harus Di-update Justru Saya Hentikan?
Mengapa Sistem Label Blog yang Harus Di-update Justru Saya Hentikan?
Banyak yang mengira Label adalah cara terbaik untuk mengelompokkan artikel di blog. Memang benar, tetapi hanya apabila jumlah postingan masih sedikit.
Ketika artikel sudah mencapai ratusan, akan muncul persoalan baru.
Setiap kali lahir kategori baru atau terjadi pengembangan atau pencabangan kategori, muncul pertanyaan:
"Apakah semua postingan lama harus dibuka kembali hanya untuk menambahkan label baru?"
Kalau iya, maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai.
Semakin berkembang isi blog, semakin besar pula waktu yang dibutuhkan hanya untuk memperbarui label. Akhirnya, waktu lebih banyak habis untuk maintenance daripada menulis artikel baru.
Karena itulah saya menghentikan ketergantungan terhadap sistem label.
Sebagai gantinya, saya menggunakan
ikon-ikon kategori pada sidebar kanan.
Setiap ikon tidak bergantung pada label, melainkan menggunakan query (kata kunci) untuk melakukan pencarian ke seluruh isi blog.
Keuntungannya:
- Tidak perlu membuka kembali ratusan postingan lama.
- Kategori dapat berkembang tanpa harus mengedit artikel yang sudah dipublikasikan.
- Artikel lama tetap dapat ditemukan selama mengandung kata kunci yang sesuai.
- Waktu pemeliharaan jauh lebih efisien.
- Blog menjadi lebih mudah berkembang dalam jangka panjang.
Bagi saya, tujuan utama bukan sekadar membuat blog terlihat rapi, tetapi membangun sistem yang tetap efektif meskipun jumlah artikel terus bertambah.
Terkadang, solusi terbaik bukanlah menambah pekerjaan, melainkan mengubah cara berpikir terhadap sistem itu sendiri.
"Belajar bukan hanya tentang menambah ilmu, tetapi juga usahakan menemukan cara yang lebih baik untuk mengelolanya"
Semakin lama saya perhatikan π€,
pengaturan blog memiliki pola yang mirip dengan pembuatan program komputer, yaitu menyajian kemudahan bagi penggunanya.
- Mudah digunakan
- Mudah dikembangkan
- Mudah dipelihara.
Bacaan lanjutan seputar program komputer.
Semoga manfaat
Thx ^_^
Sabtu, 04 Juli 2026
0 Perjalanan Mengenal Musik Hingga Mencipta Lagu π€²πΊ (Jurnal)
Bagian 1: Awal Mengenal Gitar dan Terciptanya Lagu Angan
Perjalanan dalam mengenal musik berawal saat saya duduk di kelas 1 SMP. Sebagai hadiah ulang tahun dari Abah dan Umi, sebuah gitar "Osmond", yang kemudian, karena iseng, saya beri nama "Jack" π
Barulah setahun kemudian, sekitar 1981-1982, tetangga saya, Mas Tri Harianto, ternyata juga memiliki dan bisa memainkan gitar. Dan dari dialah, saya pertama kali belajar memainkannya.
Lagu pertama yang saya pelajari adalah lagu Naik ke Puncak Gunung dengan menggunakan 3 chord dasar: A, D dan E.
Cara memainkannya:
Tangan kiri membentuk chord, sedangkan ibu jari tangan kanan memetik seluruh senar.
Pola petikannya:
- Satu petikan dari atas ke bawah.
- Dilanjutkan dua petikan dari bawah ke atas.
- Ulangi pola tersebut hingga lagu selesai.
Dari sanalah kecintaan saya terhadap musik mulai tumbuh.
Bahkan jam tidur malam pun menjadi tertunda-tunda karena saya masih ingin terus memainkan, "...ke puncak gunung".
Sampai ibu saya bilang,
"Udah dong latihannya, besok lagi..."
Saya pun menjawab,
"Coba dengerin dong... sekali lagi nih, sekali lagi..." ππ
(Karena waktu itu saya masih tidur bersama Abah dan Umi.. π€)
Keesokan malamnya, ternyata lampu tidur di kamar sengaja tidak dinyalakan. Cahaya di kamar sangat minim, hanya berasal dari luar jendela.
Dengan bangga saya berkata,
"Mi..., dek Arief bisa mainin gitar tanpa melihat..." π€£π
(Masya Allah, Al Fatihah untuk mereka berdua, Abah dan Umi πΊ)
Selang 2-3 tahun setelahnya, hadirlah sebuah ukulele, yang oleh teman SMA saya, Ryan, diberi nama Mi'e.
Lagu pertama yang saya ciptakan adalah Angan, pada tahun 1984, saat saya masih duduk di kelas 1 SMAN 20 Jakarta. Lagu yang beraroma cinta ini terinspirasi dari seorang cewek tetangga sepupu saya, mbak Yayuk, di Muara Karang, meskipun sebenarnya Angan merupakan lagu kedua yang tercipta.
Lagu ini pula yang pernah dibawakan oleh teman-teman di Vokal Grup Vesma 20 pada acara perpisahan kelulusan kakak-kakak kelas.
Setahun kemudian saya ikut kursus gitar di Vidi Vici, pimpinan Uli Sigar Rusady. Namun tidak lama, karena saya lebih terbiasa bermain secara alami.
Agar tidak lupa dengan nada-nada baru yang muncul, saya biasa menuliskan notasi awal pada media apa pun yang tersedia, mulai dari buku sekolah hingga di secarik kertas yang kebetulan ada di dekat saya. Biasanya saya juga langsung menuliskan tema atau potongan syair utama lagu tersebut.
Bagian 2: Era Tape Wartawan dan Proses Merekam Ide Lagu
Memasuki tahun 2000, saya kembali memiliki gitar akustik, "Yamaha C-330". Menggantikan posisi gitar Osmond, yang hilang keberadaannya di tangan seorang teman yang meminjamnya.
Dengan perangkat tape wartawan, ide-ide lagu mengalir begitu deras. Hampir setiap kali muncul inspirasi, saya segera merekamnya ke dalam kaset kosong agar tidak hilang.
Umumnya diiringi gitar atau ukulele kesayangan. Tetapi pada keduanya sebenarnya ada perbedaan:
- Ukulele menghadirkan nuansa yang ringan, ceria, dan easy-going. Ia seolah mengajak pendengarnya menikmati hidup dengan langkah yang santai.
- Gitar memiliki dunia yang jauh lebih luas. Dari kegembiraan hingga kesedihan, dari kelembutan hingga kemegahan, gitar mampu menjelajahi hampir seluruh spektrum emosi dengan kedalaman yang sulit dicapai oleh ukulele.
Lagu-lagu lama yang sebelumnya belum sempat direkam pun mulai saya abadikan satu per satu.
Gambar dibawah ini adalah tape wartawan generasi ke-dua yang saya miliki.
Setiap kaset selalu saya beri nomor urut. Pada sampulnya saya menuliskan berbagai catatan, mulai dari judul lagu, tema, genre, hingga penilaian pribadi terhadap kualitas notasinya.
Tanpa terasa, dua tahun pun berlalu. Belasan kaset rekaman telah terkumpul, berisi sekitar 90 lagu yang telah memiliki syair serta sekitar 80 lagu yang masih belum memiliki syair.
Sebuah lagu biasanya lahir dari adanya peristiwa yang berkaitan dengan perasaan.
Tetapi ada kalanya juga, sebuah lagu lahir ketika saya membayangkan seorang penyanyi yang membawakannya.
Sebagai contoh, ketika membayangkan sosok penyanyi Desy Ratnasari, tiba-tiba muncul sebuah lagu dengan notasi dan syair yang menurut penilaian saya, memiliki kualitas yang sangat baik. Namun, lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena membutuhkan jangkauan vokal sekitar dua oktaf. Hingga kini, saya masih merasa cukup sulit menemukan penyanyi yang mampu membawakannya sesuai dengan karakter lagu tersebut.
Sayangnya, lagu yang terinspirasi dari sosok Desy Ratnasari tersebut belum bisa saya bagikan pada postingan ini karena hingga saat ini belum saya daftarkan ke WAMI, begitu pula dengan lebih dari 80 lagu lainnya.
Bro,
Ketika saatnya tiba, nada dan syair akan mengalir dengan sendirinya, tanpa perlu dipaksakan.
Itu artinya:
Hatimu Tengah Berbicara,
maka Abadikanlah.. ππΊ
(Ridho-Nya, Masya Allah..)
Bagian 3: Pendataan Ratusan Lagu Menggunakan Lotus 1-2-3
Beberapa tahun kemudian, semangat itu muncul kembali. Saya mulai mendata seluruh karya menggunakan komputer dengan aplikasi Lotus 1-2-3. Saya juga mengumpulkan syair-syair lagu yang tercecer di berbagai media, seperti buku, kalender, amplop, dan lembaran kertas lainnya.
Seluruh lagu kemudian saya data dalam bentuk tabel, meliputi keseluruhan lagu, baik lagu bersyair maupun lagu instrumental.
Sebagai contoh, lagu "Salah Siapa", di dalam tabel tercatat:
- Notasi awal berada di kaset nomor 3 side B
- Lagu yang sudah bersyair di kaset nomor 4 side B
- Naskah syair asli berada di halaman 3
- Tanda "!", dalam penilaian saya, lagu ini memiliki notasi dan syair yang cukup menarik.
Bagian 4: Mendirikan Band dan Pengalaman Mendapat Tanggapan dari Musica Studio
Saya juga pernah mendirikan sebuah band Oxygen, tahun 2002, bersama dua keponakan, Teguh dan Vio.
Pembagian tugas dalam band Oxygen:
- Teguh, memegang drum
- Vio, memegang bass gitar dan backing vokal
- Saya sendiri, memegang rithm dan vokalis.
Dengan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri, salah satu lagu berjudul Salah Siapa bahkan pernah mendapatkan tanggapan positif dari Musica Studio, Chrisdiah, meskipun saat itu disarankan untuk mengganti vokalis. Sayangnya, kami belum berhasil menemukan vokalis yang sesuai.
Video berikut memperlihatkan salah satu lembar catatan latihan yang saya buat. Di dalamnya terdapat skema pembagian permainan antar personel, pengulangan bagian lagu, serta susunan melodi dan drum saat membawakan lagu "Salah Siapa".
Catatan sederhana ini menjadi saksi bagaimana kami menyusun aransemen secara mandiri, hanya berbekal semangat untuk berkarya.
Oh ya, di lingkungan keluarga saya sebenarnya dipanggil Arief. Namun, sejak keponakan saya, Teguh, lahir, entah bagaimana saya justru lebih sering dipanggil Awi. Nama panggilan itu pun bertahan hingga sekarang.
Meskipun perjalanan band Oxygen tidak berlangsung lama, pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan berharga dalam perjalanan saya di dunia musik.
Saat itupun akhirnya muncul, dimana saya mengalami masa jenuh, ketika tidak lagi merasakan manfaat dari melanjutkan proses rekaman lagu-lagu baru.
Di tengah kejenuhan tersebut, Allah SWT mempertemukan saya dengan sebuah pengalaman baru yang kemudian mengubah arah perjalanan musik saya.
Tahun 2002 saya memperoleh keyboard Casio CTK-811ex.
Bagian 5: Perubahan Arah dari Cipta Lagu menjadi Penyusun Aransemen Musik
Tahun 2002, saya memperoleh keyboard Casio CTK-811ex. Fitur perekaman multitrack 16-track yang dimilikinya membuka dunia baru bagi saya. Sejak itulah perhatian saya perlahan bergeser dari sekadar menciptakan lagu menjadi belajar menyusun aransemen musik.
Casio CTK-811ex yang saya miliki
Proses menyusun aransemen di Casio CTK-811ex bukanlah pekerjaan yang sederhana. Sebelum proses perekaman minus-one dimulai:
- Saya harus menentukan rhythm yang akan digunakan, atau bahkan memodifikasinya sesuai kebutuhan lagu.
- Memilih atau mengubah karakter suara tone apabila diperlukan...
- Lalu menyusun bagian Intro, Normal, Variation, Fill-in, hingga Ending secara manual.
- Setelah itu, setiap instrumen direkam satu per satu ke dalam track yang berbeda.
- Seluruh parameter, seperti volume, expression, pan, effect, dan transpose, juga harus diatur dan dicatat secara manual agar tidak hilang.
- Tidak jarang satu aransemen membutuhkan waktu berhari-hari sebelum benar-benar selesai.
Bentuk pencatatan aransemen di atas ditulis dengan cara seperti di bawah ini.
Berikut video salah satu hasil aransemen yang saya susun menggunakan Casio CTK-811ex. Lagu berjudul GeeR ini kemudian direkam dan dibawakan oleh Cynthia.
Semoga suatu hari nanti saya dapat kembali bertemu Cynthia atau setidaknya mengetahui kabarnya.
Bagian 6: Digitalisasi Kaset Menjadi MP3 dan Publikasi di YouTube
Seiring perkembangan teknologi, rekaman-rekaman kaset tersebut akhirnya saya konversi ke format MP3 agar dapat didengarkan melalui berbagai perangkat, seperti telepon genggam, komputer, maupun pemutar musik lainnya. Dengan demikian, proses pengolahan dan pengembangan lagu di kemudian hari menjadi lebih mudah.
Karena banyaknya kendala dalam membentuk sebuah grup band, rekaman langsung di studio menjadi salah satu alternatif yang paling memungkinkan untuk dilakukan.
Seperti lagu Salah Siapa di bawah ini, yang merupakan hasil rekaman di Studio Iqbal.
Memang, hasil akhirnya terkadang berbeda dengan aransemen yang dimainkan sebelumnya. Namun, saya menyadari bahwa para personel studio adalah musisi profesional yang tentu memiliki pemahaman dan pengalaman bermusik jauh lebih baik daripada saya.
Beberapa lagu hasil rekaman tersebut juga telah saya unggah ke YouTube.
Alhamdulillah, hingga hari ini saya masih menjaga titipan-Nya. Semoga dapat membawa manfaat.
Tidak aku, tetapi Dia.
(Masya Allah, Alhamdulillah..
Astaghfirullah π)
Thx ^_^
Rabu, 01 Juli 2026
0 Mekanisme Antena TV Sederhana Terbaik
Ternyata ide adik iparku, mas Agus, dalam menangani antena TV digitalnya keren juga.
Serta dynabot kedua sebagai penopang tiang bagian bawah.
Saya baru mengetahuinya setelah ikut membantu dalam menyetel arah agar televisi di rumahnya bisa menangkap sinyal stasiun tv lebih baik, karena ingin mendapatkan kualitas siaran yang lebih baik saat menonton pertandingan Piala Dunia.
Tampak tampilan antena yang menjulang di atas atap.
Dan yg menarik disini adalah mekanisme batang penyangga antena itu sendiri.
Menggunakan pipa besi utama berukuran 2 inchi sepanjang 4 meter, dan penopang bawah menggunakan pipa besi yg berukuran sedikit lebih besar dari batang pipa utamanya yg berukuran 2 inchi.
Sementara tampilan pada bagian antena yang berada di bawah atap.
Nah bagian menariknya, adalah di bagian penopang tiang dan pengunci agar antena tidak mudah berputar karena tertiup angin.
Coba perhatikan..
Bagian penopang tiang menggunakan dua buah dynabolt yang ditanam ke dalam tembok.
Pada gambar ini terlihat dynabot pertama sebagai penopang tiang bagian atas dan sekrup penahan arah antena agar tidak mudah berubah tertiup angin.
Satu trik tambahan yang baru saya ketahui adalah pada ujung pipa bagian atas dan sambungan kabel di perangkat antena diberi lem silikon (lem akuarium). Tujuannya untuk meminimalkan masuknya air dan udara lembap yang dapat mempercepat proses oksidasi pada sambungan, sehingga kualitas sinyal dan usia pakai antena bisa lebih terjaga.
Saya sempat tanyakan, apa tidak takut kemungkinan tersambar petir?
Beliau beranggapan, Aman, karena banyak bangunan tinggi di sekitarnya.
Cara sederhana tetapi efektif.. π
Semoga manfaat.
Thx ^_^
Jumat, 12 Juni 2026
0 Modifikasi Kecil Agar As Holder HP Tidak Mudah Lepas
Holder ini termasuk yang paling sering saya gunakan. Posisi pemasangannya berada di bagian kepala, tepat di atas tempat tidur. Sayangnya, saat baut dikencangkan, posisi HP jadi agak susah diarahkan. Namun kalau dikendurkan agar lebih mudah diatur, pada posisi tertentu holder malah mudah merosot turun dan bisa terlepas.
Pasangkan ring yang telah dilebarkan ke celah di tengah as.
Holder Hp kini telah terpasang sempurna dengan ring penahan yang memastikan as holder tidak lagi terlepas, meskipun baut pengikat berada dalam keadaan sangat kendur.
Agar lebih aman, biasanya saya memegang holder dengan tangan kiri atau kanan, sambil mengatur arahnya, sedangkan tangan lainnya memutar baut untuk mengatur kekencangan as holder.
Setelah memperhatikan bentuk as pemegang holder dengan lebih teliti, akhirnya muncul ide untuk melakukan modifikasi sederhana.
Rencananya, sebuah ring per dipasang pada celah kecil di tengah as. Fungsinya sebagai pembatas gerakan turun as holder, sehingga meskipun baut dikendurkan, as tetap tertahan dan tidak terlepas dari dudukannya.
Sebelum dipasang, ring per diubah fungsinya menjadi menyerupai ring biasa. Caranya, kedua ujung ring per terlebih dahulu disesuaikan ketinggiannya menggunakan dua buah tang. Dengan demikian, saat ring menahan beban holder, gaya tekan dapat disalurkan lebih merata ke seluruh bagian ring. Selain itu, tidak ada lagi ujung ring yang menonjol atau tajam.
Pemasangan Ring.
Pasangkan kembali as pada dudukannya.
Lebarkan ring menggunakan tang lancip.
Tekan kembali menggunakan tang, agar lebarnya kembali ke ukurannya semula.
Semoga manfaat.
Thx ^_^
Selasa, 19 Mei 2026
0 Ketika Tutorial YouTube Tidak Ada π«ͺ (Jurnal)
Beberapa waktu lalu, istri saya membeli jam tangan Alba. Awalnya saya pikir memotong atau memendekkan rantainya akan mudah.
Ternyata tidak semudah itu. Bentuk dan konstruksi rantainya benar-benar berbeda dibanding model-model sebelumnya.
Sementara tutorial di YouTube pun tidak ada π«ͺ
Akhirnya proses pemotongannya dilakukan di toko jam tangan di mall.
Saya sempat bertanya, “Kok pin-nya nggak bisa dibuka pakai alat yang diputar itu ya?” Sembari tangan saya mencontohkan gerakan memutar seperti sedang mengoperasikan alat tersebut.
“Oh, kalau yang ini model ketok,” jawab karyawan toko.
Dan memang benar, prosesnya benar-benar diketok sambil saya perhatikan dari kejauhan.
Tetapi sangat disayangkan, sesampainya di rumah baru terasa kalau setelan rantai jamnya tidak simetris.
Seharusnya 2:2, kiri dua dan kanan dua, tetapi ini malah 3:1; sebelah kiri dikurangi tiga, sedangkan kanan hanya satu.
Akhirnya, berbekal informasi yang tadi sempat saya lihat langsung di lapangan, saya mencoba mengerjakannya sendiri di rumah.
Cara Sederhana Yg Bisa Dilakukan.
Ternyata ide yang muncul cukup sederhana, yaitu menggunakan pin kecil seperti pin untuk menempelkan kertas di dinding sebagai alat untuk melepaskan pin rantai pada jam tangan.
Ambil sebuah pin yang biasa digunakan untuk menempelkan kertas di dinding. Pin tersebut memiliki bagian paku yang ramping dan cukup kuat. Selanjutnya saya sebut, “paku”.
Namun sebelumnya, ujung paku pada pin kertas tersebut ditumpulkan terlebih dahulu dengan cara diketok menggunakan palu atau tang. Tujuannya agar sifat paku itu bukan lagi untuk melubangi atau merusak, melainkan hanya untuk mendorong pin rantai jam yang tertanam di rantai agar dapat keluar tanpa merusaknya.
Karena keterbatasan alat, cara paling mudah yang saya lakukan adalah mencari lubang pada meja sebagai jalur keluarnya pin rantai jam saat diketok dari atas.
Untuk mendorong pin, saya menggunakan paku yang ujungnya sudah ditumpulkan, lalu dipukul perlahan menggunakan tang.
Usahakan rantai ditekuk di area terdekat dari pin yang akan diketok. Tujuannya agar posisi pin mendekati tegak lurus atau siku-siku sehingga saat diketok tidak mudah goyah dan tetap stabil.
Arahkan ujung pin rantai tepat di atas lubang pada meja agar pin dapat keluar dengan mudah meluncur turun.
Bila dilihat dari bentuknya, pin rantai jam Alba ini berbeda, terbuat dari selembar pelat berukuran mikro, yg dilipat dan dibentuk hingga menyerupai silinder.
Kuat, halus, rapi, tak mudah bergeser atau terlepas, serta mudah dipasang kembali. Ide dari Alba yang menarik.
Setelah mendapatkan ukuran yang tepat antara jam tangan dan pergelangan tangan, masukkan kembali pin rantai jam ke posisi semula, lalu arahkan bagian ujung pin tersebut ke kunci pas yang bagian bawahnya saya lapisi dengan karet sebagai alas peredam benturan antara kunci pas dan meja.
Saya menggunakan bagian gagang tang yang terbalut karet untuk memukul bagian atas rantai.
Cara ini cukup efektif untuk meminimalisir kemungkinan permukaan rantai menjadi lecet atau cacat akibat salah ketok, mengingat ukuran kepala pin rantai sangat kecil dan permukaan rantai juga sangat halus.
Dengan cara ini, efek benturan pin rantai terhadap batang besi kunci pas tetap maksimal namun lebih terkendali.
Terbukti, cukup dengan sekali ketok, pin langsung tertancap dengan sempurna.
Cacat Fisik Akibat Kesalahan Penanganan di Toko.
Inilah salah satu alasan kenapa saya sampai lama memikirkan cara yang paling tepat untuk memotong rantai jam. Karena setelah diperhatikan, rantai cadangan ternyata mengalami cacat fisik akibat penggunaan alat yang kurang sesuai.
Walaupun bagian tersebut hanya rantai cadangan, tetapi bila sampai rusak atau cacat, tentu akan mengurangi nilai serta kerapihan dari jam tangan itu sendiri.
Proses di balik layar.. π«£
Sebelumnya saya sempat mencoba membuat alat ketok sendiri dari obeng kecil yang dimodifikasi menggunakan mata gerinda mini. Kurang lebih 1–2 jam saya utak-atik, namun hasilnya ternyata tidak bisa digunakan sebagaimana yang diharapkan.
Akhirnya muncul ide menggunakan paku pin kertas sebagai pendorong pin rantai jam. Termasuk ide untuk menjaga agar struktur pin rantai tidak rusak, bagian ujung tajam pada paku pin terlebih dahulu saya tumpulkan.
Catatan.
Membongkar pasang memang mudah, tapi usahakan gunakan cara yang paling manusiawi π
Semoga bermanfaat.
Thx ^_^
Minggu, 19 April 2026
0 Edit Gambar yg Biasa Dilakukan.
Untuk menyampaikan suatu pesan, cerita, ide atau sekedar berbagi informasi, kadang perlu foto/ image yg mampu mewakili isi dengan jelas.
Biasanya ada 3 aplikasi yg saya gunakan:
- Edit Foto (aplikasi bawaan Android)
- Photoroom, (download di Play Store)
- CorelDraw x3 (di laptop)
Untuk CorelDraw x3, merupakan versi lama. Alasannya sederhana: sudah cukup nyaman dan menguasai pengoperasiannya.
Tidak ingin menghabiskan waktu belajar versi terbaru karena yang ada sekarang sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan saya.
PROSES GAMBAR TABEL OBAT
Edit Foto, digunakan untuk:
- mempertajam gambar
- Memperbaiki sudut pengambilan
Photoroom:
- Mengganti latar (hitam, putih, transparan, atau tetap)
Edit Foto:
- Koreksi ulang sudut bila diperlukan
- Cropping tablet/ kapsul, pilih bagian terbaik
Photoroom:
- Menyusun potongan hasil cropping
- Memberikan label keterangan
- Pewarnaan latar
- Menambahkan icon panah
CorelDraw x3 :
- Memberikan garis hitam sebagai pembatas (menggunakan kotak dengan ketebalan dan posisi yg disesuaikan)
PROSES GAMBAR KONTAINER PIL.
Edit Foto:
- Mempertajam gambar
- Koreksi sudut
Photoroom:
- Mengganti latar
- Menambahkan icon dan label
CorelDraw x3:
- Membuat garis lengkung (curve) sebagai pembatas waktu (biru, kuning, merah)
- Membuat garis bantu untuk menjaga keseimbangan simetris
- Menambahkan 2 titik node lalu remove untuk mendapatkan potongan lengkung yang presisi
- Menggeser garis lengkung untuk mempermudah pemotongan area tertentu, lalu dikembalikan ke posisi semula
- Melanjutkan pemotongan bagian lainnya hingga selesai
Untuk pemindahan data dari Android ke Laptop juga sebaliknya, saya menggunakan flashdisk OTG yg pernah saya modifikasi dikarenakan patah.
Semoga manfaat.
Thx ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular posts
-
Seorang teman, pak Kardi, menceritakan mobil nya (Daihatsu Gran Max, 2008) yg mengalami temperatur tinggi di hari Jumat malam, air radiator ...
-
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mendampingi tiga orang yang mengalami patah tulang. Semoga cerita ini bisa menjadi referensi b...
-
Instalasi Neon yang Sederhana namun Kuat. Beberapa hari yang lalu, saya melihat neon yang terpasang di bangunan warung, depan Masjid Tang...
-
Saya menggunakan mesin pemotong rumput Krisbow KW07-1041 yg menggunakan tenaga listrik. Alat ini menggunakan senar nilon sebagai pisau pemot...
-
Rehabilitasi Mandiri Pasca Stroke Teman baik saya, Erwin, sekitar 4 tahun yang lalu terkena stroke. Sempat saya jenguk ke rumah sak...
-
Mengakali delco atau distributor pada mesin mobil, khususnya mengakali arang delco atau arang distributor yang habis merupakan hal yang tid...
-
1. Dongkrak dan lepaskan ban depan mobil yang akan diganti kampas remnya 2. Kendorkan baut sebelah atas dengan gerakan menekan kunci inggris...
-
01. Lepaskan kabel gas di karburator 02. Buka tutup pedal gas untuk melepaskan kabel gas di pedal gas 03. Akan tampak seperti ini 04. Buat ...
-
1. Untuk semua baut yang sudah aus atau gundul, sehingga tidak bisa dibuka dengan menggunakan kunci. Misalnya baut neple rem roda depan, sud...
-
Alhamdulillah, saya membeli senapan angin Bramasta dan tele Hakko, 4x20, pada tahun 1993, karena sudah 3x motor saya hampir di angkat orang/...



















.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)










.jpg)
~3.jpg)
~5%20(1)~4.jpg)
~5%20(1)~5%20(2).jpg)



%20(1).jpg)
.jpg)