Selasa, 14 April 2026

0 Perbaiki Terminal Soket Lighter Mobil yg Bermasalah

Dalam beberapa minggu terakhir, arus listrik pada charger HP di mobil sering mengalami kondisi mati-hidup. Padahal, dalam keseharian saya sangat bergantung pada alat ini, selain untuk menyuplai daya dashcam, juga untuk mengisi baterai Android serta keperluan lainnya.


Kondisi terminal soket lighter mobil setelah proses perbaikan selesai.




Proses Perbaikan 

Perlengkapan yang dibutuhkan saat akan melakukan pembongkaran.



Biasanya, untuk menyambungkan kembali arus yang terputus, harus mencabut dan memasang kembali kepala terminal soket lighter mobil, sepertinya ada kontak pada sambungan listrik yg kendur.



Diduga ujung kepala terminal soket berbahan logam, yang berfungsi sebagai kontak positif dan seharusnya dapat bergerak fleksibel karena memiliki pegas sebagai stabilisator (maju-mundur). Bagian inilah yg mengalami hambatan atau macet, sehingga arus listrik menjadi tidak stabil dan sesekali terputus.



Sekring masih terpasang dengan baik pada posisinya. Ujung sekring inilah yg menjadi titik kontak dengan kepala terminal soket. Kemungkinan terjadi kontak yang tidak optimal, sehingga menimbulkan panas berlebih yang menyebabkan dinding berbahan plastik sebagai dudukan logam kepala terminal soket meleleh dan mengunci pergerakannya yg seharusnya fleksibel.



Pelepasan logam kepala terminal soket yang terkunci dilakukan dengan menjepitnya menggunakan tang secara hati-hati. Hindari tekanan berlebih karena dudukan plastik relatif tipis. Proses pelepasan dibantu dengan melunakkan bagian dudukan plastik menggunakan panas dari kepala terminal soket, sehingga terminal dapat dilepas tanpa merusak komponen lainnya.
Cara ini dinilai paling aman, mengingat saat plastik pemegang mulai meleleh, bagian tersebut akan langsung merosot turun, sehingga jepitan pada kepala logam terminal soket pun otomatis terlepas.



Jangan lupa, pada bagian bawah dipasangkan plat besi atau gunting, sebagai peredam panas dari logam kepala terminal soket saat dipanaskan menggunakan solder.



Lakukan perapihan pada bagian logam kepala terminal soket yang telah dilepas, apabila terdapat bagian yang berpotensi menghambat pergerakan fleksibel (maju-mundur).



Coba pasangkan kembali pada tempatnya sambil mengamati bagian mana dari dudukan plastik yang perlu dirapikan.



Gunakan kikir bulat untuk mengoreksi bentuk lubang pada bagian plastik yang mengalami penyempitan akibat deformasi/ lelehan karena panas.



Selain itu, gunakan mini grinder untuk merapikan bagian sekat pembatas pada lubang yang tidak dapat dikerjakan dengan kikir bulat. Gunakan putaran paling rendah (kecepatan 1–2 dari skala 9), mengingat bahan plastik yang digerinda sangat tipis, guna meminimalkan risiko kesalahan.



Terlihat bahwa bagian logam kepala terminal soket sudah dapat bergerak fleksibel (maju-mundur) dengan mudah.



Bagian logam dari kepala terminal soket (dalam keadaan terpasang), sebagai penghantar arus positif (+), sudah terlihat normal gerakannya, maju-mundur.



Rapikan juga area rumah terminal soket, serta lapisi pelat besi dengan timah pada titik pertemuan arus listrik guna mencegah timbulnya panas akibat kontak yang tidak sempurna.




Fungsi Tambahan 

Pada terminal socket lighter mobil yang saya miliki ini, saya menambahkan konektor agar dapat digunakan dengan sumber arus listrik 12v dari adaptor rumahan.
Kabel di bagian konektor dilapisi timah dan disambung ulang agar sambungan listrik lebih sempurna dan tidak mudah panas.




Pengaman Tambahan 

Pengaman sederhana menggunakan tali bekas masker hidung, untuk memperkuat ketahanan terhadap kemungkinan terjadinya tarikan kuat yg tidak disengaja pada terminal soket lighter mobil.
Jika diperlukan, dapat dilakukan pengeboran pada bodi terminal soket sebagai titik pengikat tambahan.
Selain itu, ditambahkan selongsong pada sekring dengan menggunakan isolasi kertas sebagai pelindung tambahan.



Cara sederhana, tapi sangat efektif.




Dalam pengerjaan kali ini, saya menggunakan lampu kerja yg sangat oke 🤭







"Terkadang, untuk mendapatkan kekuatan dan kepuasan dalam penggunaan, sisi keindahan harus rela dikorbankan."


Semoga manfaat.

Thx  ^_^


Kamis, 09 April 2026

0 Membuat Lampu yg Fungsional (Jurnal)

Sebenarnya ini berawal dari hal yang sederhana.

Kebutuhan penerangan saat memperbaiki sesuatu di tempat kerja yang kurang cahaya.
Saya membeli lampu LED bermagnet, yang biasanya digunakan pada mesin jahit. Rencana awalnya akan ditempelkan pada mesin scroll saw, sebagai penerangan saat melakukan pemotongan benda kerja.
Lampu yang digunakan adalah LED 30 titik, 220V, cukup mumpuni untuk kebutuhan tersebut.


Tetapi ternyata ada perubahan dari cara pengerjaan pemotongan kayunya, mengingat benda kerja yang akan dipotong juga tidaklah banyak.

Scroll Saw
  • Pemotongan detail (hitungan milimeter)
  • Kecepatan lambat perlu waktu lebih
  • Repot keluar-masukkan alat dari kardus
  • Ukuran alat yg besar
  • Membutuhkan meja saat menggunakan alat ini
  • Pencahayaan bisa ditempelkan di peralatan




Jig Saw 
  • Pemotongan cepat dengan hasil rapi.
  • Mudah keluar-masukkan barang dari kardus karena berukuran tidak besar.
  • Fleksibel dalam pekerjaan di manapun
  • Butuh pencahayaan diruangan.


Perubahan cara kerja inilah yang akhirnya memunculkan ide, bagaimana agar lampu LED yang sudah dibeli, bisa digunakan.

Akhirnya menggunakan tripod sebagai penunjang berdirinya lampu LED, merupakan cara terbaik, dengan kelebihan:
  • Stabil, dengan bantuan magnet yang kuat dan bobot lampu yang ringan
  • Tinggi bisa diatur, 0 hingga 150 cm
  • Dapat diputar 360°
  • Arah cahaya fleksibel (atas maupun bawah)

Tripod yg sudah dimodifikasi.
Menggunakan tempat rokok sebagai tempat menempelnya magnet lampu LED.
Tambahan karet gelang sebagai pengaman tambahan.


Hasil akhirnya:
lampu LED yang fleksibel, stabil, dan siap digunakan di berbagai kondisi.



Cahaya yg cukup untuk bengkel kayu darurat.



Bahkan untuk membuat design di tempat favorit, yg kalau sudah capek duduk bisa lanjut sambil tiduran.. 🤭



Sekarang penggunaan lampu LED bermagnet sudah sangat fungsional dan fleksibel sebagai alat penerangan.





Sekarang penggunaan lampu LED bermagnet sudah sangat fungsional dan fleksibel sebagai alat penerangan.



Berawal dari kebutuhan sederhana,
penerangan yang fleksibel.

Lampu LED bermagnet ini dipadukan dengan tripod, menghasilkan posisi yang lebih bebas, stabil, dan mudah diarahkan sesuai kebutuhan.



Semoga manfaat.

Thx   ^_^



--- --- jurnal --- ---



14 April 2026
5 hari kemudian 

Lampu ini langsung digunakan pada saat perbaikan terminal socket charger mobil.



Thx   ^_^


Rabu, 01 April 2026

0 Bukan Mahal, Tapi Setia Walau Dikondisikan Ekstrem (Jurnal)


Memiliki jam tangguh adalah sebuah impian. Tetapi untuk mendapatkan jam dengan spesifikasi:
  1. Ketahanan terhadap air
  2. Karakter dan Keindahan
  3. Siap Ekstrem Tanpa Ragu
  4. Perawatan biar tetap siap tempur
Sepertinya dengan cara ini cukup masuk akal.


1. Ketahanan Terhadap Air

Langkah hydro mod wajib dilakukan, yaitu dengan memasukkan cairan silikon ke dalam ruang mesin jam tangan.
Tujuannya bukan sekadar tahan air, tapi untuk meningkatkan visibilitas dial di dalam air, mengurangi distorsi cahaya, serta menambah tekanan tahan terhadap kedalaman.
Dengan metode ini, jam tidak hanya “tahan cipratan”, tapi siap diajak nyemplung, nyelam, bahkan disiksa di kondisi ekstrem tanpa khawatir kemasukan air.


2. Karakter dan Keindahan

Ini bahasan berat, karena selera tiap orang beda.
Ada yang bilang harga nggak bohong, itu betul.
Tapi bagi saya, selama masih layak dilihat dan punya karakter, itu sudah cukup kepuasannya.
Dan justru ketika jam itu dipakai di kondisi ekstrem, dan tetap melekat di pergelangan kita, di situlah muncul keindahan yang sebenarnya:
Bukan dari tampilannya, tapi dari ceritanya. 
🤭

Agar terasa lebih enak dilihat, butuh strap pengikat yg pas dan harus sesuai dengan moment dan karakter dari jam itu sendiri.

Sebagai contoh, saya menggunakan Casio MRW-200H, berbobot ringan, lugs 18mm, butuh adaptor strap 18-22, agar bisa terhubung dengan strap 22mm, yg lebih fleksibel untuk eksplor karakter.


Strap Resin 
Biasanya strap standart bawaan dari jam Casio. Tipis, kuat, cukup lentur.
Hanya saya pribadi kurang “klik”. Terasa terlalu biasa, kurang memberi karakter tambahan pada jam.



Strap Silikon
Cocok untuk jam ringan, dengan kelebihan tahan terhadap air/basah, kemampuan mempertahankan bentuk lingkaran strap terhadap pergelangan tangan, sehingga tidak merasakan jepitan keras tali jam. 



Strap Milanese
Cocok untuk jam ringan, berbahan mesh (anyaman halus) dari logam, biasanya stainless steel.
Karakternya unik, ringan tapi tetap terlihat elegan. Sebuah kekuatan yg tersembunyi.
Kelebihannya:
Fleksibel mengikuti pergelangan tangan lebih menempel dibanding rantai biasa.
Sirkulasi udara lebih baik karena bentuknya berongga
Tampilan bersih, minimalis, tapi tetap berkelas.



Strap Nato 
Ini unik. Sistemnya melingkar di bawah jam, jadi lebih aman kalau salah satu pin lepas.
Kesan yang muncul: kasual, militer, siap tempur.
Nyaman juga, tapi kalau kena air, butuh waktu buat kering.



Strap Nylon Braided
Untuk jam ringan atau berat juga oke
Lebih fleksibel dan “napas”.
Biasanya elastis, jadi tinggal pakai tanpa ribet buka-tutup buckle.
Nyaman banget untuk harian, apalagi buat pergelangan yang aktif bergerak.



Strap Leather
Klasik dan elegan.
Cocok untuk suasana santai rapi atau formal.
Tapi ada satu catatan: kurang cocok diajak ekstrem, karena air dan keringat bisa bikin cepat aus.



Strap Rantai 
Kesan dewasa, rapi, dan “niat”.
Lebih tahan lama dibanding kulit, tapi tetap punya bobot yang terasa.
Kalau dipasang di jam ringan, bisa bikin karakter berubah total, dari santai jadi lebih serius.


Warna Strap
Mengenai warna, kadang jangan terlalu dipikirkan. Seperti strap merah, adalah belajar menerima, bertoleransi 😁.
Tak ada yg benar sempurna, nikmati saja prosesnya, nanti juga akan terasa manis.



3. Siap Ekstrem Tanpa Ragu (tidak mahal)

Banyak orang ragu memakai jam di kondisi ekstrem, takut rusak, takut lecet, atau bahkan takut nilainya turun.
Dan itu wajar, apalagi kalau jamnya mahal.
Tapi di sini, saya justru memilih jalan yang berbeda.
Saya lebih nyaman memakai jam yang tidak mahal, tetapi siap diajak ke kondisi apapun tanpa rasa khawatir berlebihan.
Dipakai kerja, atau lagi iseng, kena air, terbentur, bahkan “disiksa” sekalipun, selama masih berfungsi, itu sudah lebih dari cukup.



Karena buat saya, fungsi utama jam itu bukan untuk disimpan, tapi untuk dipakai dan menemani aktivitas.
Justru dari pemakaian yang “tanpa ragu” itu, muncul rasa percaya diri yang berbeda.
Tidak ada beban, tidak ada rasa sayang yang berlebihan, semuanya jadi lebih bebas.
Dan menariknya, jam yang tidak mahal, tapi sering dipakai di berbagai kondisi,
justru terasa lebih “hidup” dibanding jam mahal yang hanya sesekali keluar.
Bukan soal harga, tapi soal keberanian untuk memakai dan menikmati.



4. Perawatan (Biar Tetap Siap Tempur)

Jam boleh diajak ekstrem, tetapi tetap harus tahu cara merawatnya.
Bukan dimanja, tapi dijaga supaya tetap bisa diajak jalan jauh.

Bilas setelah kena air kotor, habis kena air laut, air sabun, atau air got sekalipun 🤭
sebaiknya langsung dibilas pakai air bersih.
Tujuannya biar nggak ada sisa garam atau kotoran yang nempel dan merusak bagian luar.

Cek bagian crown dan seal dan pastikan crown (pemutar jam) selalu dalam posisi rapat sebelum kena air.
Kalau sudah sering dipakai ekstrem, ada baiknya sesekali dicek karet seal-nya, ini yang jadi “nyawa” ketahanan air.

Bersihkan strap secara berkala dan setiap jenis strap beda perlakuan:
  • Silikon & resin: cukup sabun ringan dan air
  • Nato/ nylon: bisa dicuci, tapi jangan terlalu sering diperas keras
  • Milanese & rantai: sikat halus biar kotoran di sela-sela keluar
  • Leather: cukup dilap, jangan terlalu sering kena air
Hindari benturan yang tidak perlu
Ekstrem boleh, tapi bukan berarti sengaja disiksa 😄
Tetap ada batas wajar, biar umur pakainya panjang.

Perhatikan embun di dalam kaca (kecuali sudah di Hydro mod).
Kalau tiba-tiba ada embun, itu tanda ada air masuk. Jangan didiamkan, segera dikeringkan atau diservis ringan.

Simpan dengan sadar, bukan asal taruh
Kalau lagi nggak dipakai, simpan di tempat kering, aman dan tidak lembab.



Semoga manfaat.

Thx,  ^_^


--- --- jurnal --- ---


16 April 2026 
2 minggu kemudian


Bagian cat pada rantai jam mengelupas akibat gesekan dan benturan, sehingga tampilan warnanya jadi tidak merata.

Karena sudah terlanjur suka sama tali jam ini, maka saya melakukan modifikasi sederhana:

  • Mengerik lapisan cat terluar rantai menggunakan pisau lipat, agar warna asli stainless steel muncul dan menyatu, menghasilkan tampilan yang lebih merata dalam jangka panjang, perpaduan antara merah dan warna logam.
  • Pada bagian magnet, lapisan cat saya hilangkan dengan menggunakan amplas halus (grid 1500 dan 5000).



Tampilan strap jam saat ini.. 🤭




Rantai jam milanese strap ini tetap saya pakai dan menjadi salah satu favorit untuk penggunaan sehari-hari. Rasanya lebih tangguh, nyaman, serta berani diajak main di air dan dipakai tanpa rasa khawatir dibandingkan strap lainnya.



Terkadang, kenyamanan tidak selalu sejalan dengan keindahan.
🤭🌺


Alhamdulillah.

Rabu, 11 Maret 2026

0 ​Di Titik 25 Persen: Mencari Tenang di Ruang Isolasi

Waktu dirawat karena covid 19 yg lalu, saya mengalami satu fase, pilihan ke diri kita sendiri, "siap tidak siap harus dihadapi".




Hari ke-2 malam, saya terbatuk.., yg berbeda dengan batuk pada umumnya, adalah: saya tidak bisa mengambil napas karena selalu batuk tanpa bisa dicegah, bahkan di setiap menarik napas, padahal baru di 25% tarikan napas. 



Atas info dokter, saat itu saya wajib pakai oksigen, dimana dengan cara itu saya bisa menarik napas tanpa adanya rangsangan batuk.
Ada kejadian yg agak bersifat tehnis dimana tak sengaja temukan cara darurat mengatasi aliran oksigen yg mengecil, mampat, bahkan berhenti.



³

Ketika saya memasuki kamar perawatan dengan penanganan standar rumah sakit yg sangat ketat: 
  • Petugas menggunakan APD
  • Berhubungan dengan petugas hanya melalui pesan wa
  • Perintah tegas, tidak boleh keluar dari kamar terisolasi
  • Berita dari keluarga atau teman, bahkan televisi tentang bahaya Covid dan orang² yg terkena dan meninggal.
Situasi ini yg membuat kita sadar, harus mempersiapkan diri masuk ke situasi yang terburuk dalam keadaan tenang, penuh kesadaran. 



Ada tiga hal yang selalu saya lakukan setiap hari.


Pagi

Mendengarkan kisah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dari sebelum lahir hingga turunnya surat kedua.



Mendengarkan kisah para sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.



Ada satu kejadian yang saya ingat.

Di suatu pagi saat tengah sarapan, saya mendengarkan kisah salah satu sahabat nabi. 
Karena terlalu asyik mendengarkan, tiba-tiba saya tersadar,
'Eh suara hp-nya dari tadi ke kencengan ya?'

Jadi saya langsung bilang ke pasien (alm.) di sebelah saya,
"Pak  volume Hp-nya kekerasan ya? Maaf ya.. 🙏"
"Ah enggak kok pak, ini saya malah ingin dengerin".

Gerakannya begitu ringan, sambil beranjak pindah dari tempat tidur ke kursi disamping tempat tidur saya, seolah ingin lebih memperjelas suara cerita kisah sahabat nabi yg sedang saya setel.

Tapi di keesokan harinya, saya tak melihatnya lagi, gorden tempat tidurnya selalu tertutup, karena sedang dalam perawatan yg lebih intensif.
Al Fatihah untuk beliau 🤲🌺



Siang menjelang sore:

Membaca seluruh surat-surat yang sudah saya hafal.
Setelah itu menghafalkan surat-surat baru dengan: 
  • Membaca, terutama ditempat yang sulit/ kurang jelas didalam pengucapannya.
  • Mendengarkan (menggunakan earphone), hanya mendengarkan, tanpa mengucapkan, 2-3 hari. 
  • Mengucapkan dengan perlahan dan berulang-ulang, sama seperti yang selama ini didengarkan.



Malam di jelang tidur:

Saya menyiapkan HP dalam posisi charger.
Lalu memutar murotal lengkap 114 surat Al-Qur'an berikut terjemahannya secara nonstop sampai pagi.

Saya berharap lantunan itu memberi aura positif dalam suasana istirahat malam.

Saat itu file tersebut masih berupa MP3 yang tersimpan di HP saya.




Masya Allah,
Alhamdulillah.
Astaghfirullah 😔



Semoga ada manfaat yang bisa diambil di tulisan ini,

Thx  ^_^

Jumat, 13 Februari 2026

0 Membuat Pistol Kayu dengan 6 Peluru Karet Gelang

Sekitar tahun 2020, saya menemukan desain pistol kayu dengan 6 peluru karet gelang di salah satu website, kalau tak salah pembuatnya berasal dari negara Korea. 
Sebuah desain yang sangat menarik dan sangat masuk akal.

Kurang dari setahun kemudian, saya tertantang untuk mencoba mewujudkannya.

Dengan menggunakan:
  • Jig Saw untuk pemotongan cepat, tidak terlalu detail.
  • Scroll saw untuk memotong kayu sesuai bentuk yang dinilai rumit.
  • Mini grinder untuk merapikan dan memberikan sentuhan koreksi halus.
  • Mesin Amplas untuk menghaluskan dan juga menipiskan ketebalan dari benda kerja secara cepat.
  • Mesin bor untuk membuat lubang masuknya mata gergaji scroll saw.
  • Power glue sebagai perekat disaat melakukan perakitan.
  • Beberapa lembar amplas halus berbagai ukuran untuk mencapai hasil maksimal.
  • Dan alat-alat lainnya 

Design yg sangat unik dan menarik, melebihi jamannya.. 😘


Persiapan-persiapan sebelum dilakukan pemotongan.


Hasil akhir setelah perakitan.


Bagian trigger pemicu.


Badan pistol kayu


Alat buatan dari sumpit bambu untuk mempermudah pemasangan pegas karet gelang.


Pemasangan pegas karet gelang


Kalau tanpa alat bantu pada pemasangan pegas karet gelang, mungkin tensi darah akan terasa naik sedikit.. 🤭


Ujung pegas karet gelang dikaitkan ke kedua kepala sekrup yg terletak di trigger dan badan pistol kayu.


Pistol kayu siap digunakan.


Tetapi setelah saya selesai membuat dan mencobanya, ternyata masih ada sedikit koreksi agar peluru karet tidak tersangkut saat ditembakkan.


Video test tembaknya.. 🤫



Saya sangat mengagumi desain dari pistol kayu berpeluru karet ini, 

Masya Allah 🤲🌺


^_^

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

Flag Counter
 

o2 fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates