Minggu, 25 Oktober 2026

0 Membuat Nomor Rumah dari Kayu

Membuat Nomor Rumah dari Kayu 

Pembuatan nomor rumah ini memakan waktu lebih dari seminggu, dari awal hingga selesai, karena hanya dikerjakan pada saat sedang off dan tidak ada kegiatan lain.

Lamanya pengerjaan diakibatkan dalam pembuatan tanpa perencanaan, hanya mengikuti ide yang muncul dan menyesuaikan bahan yang tersedia.
Kebetulan yang ada berupa beberapa balok kayu dan selembar kecil multiplek, semuanya memiliki ketebalan 2 cm.

Nomor 1167 merupakan karya kedua saya yang dibuat dari kayu.



Sebelumnya nomor rumah 1123 yg bermotifkan puzzle berwarna.
Sayangnya saya tidak membuat postingannya.




RANGKAIAN KEGIATAN PEMBUATAN 


1. Pembuatan Angka


Mencari karakter angka yg dirasakan pas di internet.



Membuat pola pada kertas lalu digunting 



Menggambar pola tersebut ke kayu yg hendak dipotong.
Saya menggunakan kayu balok dengan ketebalan sekitar 2 cm.



Pemotongan menggunakan mesin scroll saw.




2. Pembuatan Latar Belakang 


Saya menemukan papan multiplek 2 cm yang tidak terlalu besar, terlalu pas untuk dibuat sebagai latar belakang nomor rumah.
Akhirnya saya memutuskan untuk memotongnya secara memanjang dengan ukuran masing-masing 1,5 cm.



Pemotongan menggunakan mesin jigsaw



Dengan menggunakan mata gergaji jigsaw berjenis kasar, untuk pemotongan cepat tetapi memiliki hasil potong yang tidak rapi.



Potongan-potongan tersebut disusun ulang ditempat yang rata dibantu penggaris siku, setelah itu ditahan dengan menggunakan penjepit kayu.
Teteskan power glue di sepanjang titik pertemuan potongan-potongan kayu yang menempel, secara sisi ketemu sisi, sehingga terbentuk 
  • Papan yang kuat
  • Ukuran menjadi lebih luas, cukup luas untuk dijadikan alas nomor rumah,
  • Serta memiliki tekstur unik



Setelah lem mengering, lakukan pemotongan alas nomor rumah yang sudah dibuat, disesuaikan dengan susunan peletakan nomor rumah nantinya.




3. Setting Ketinggian Nomor 


Karena angka terlalu dalam tertanam pada alas, ketebalan kayu angka sebesar 2 cm tidak terlihat sepenuhnya. 



Untuk mengatasinya, saya menambahkan ganjalan berupa potongan triplek di bagian belakang angka.



Nomor kayu yang sudah di tempelkan potongan triplek dilihat dari sisi belakang.




4. Pembuatan List Pigura 


Menggunakan balok kayu ketebalan 2 cm yang di buat alur pada sisinya dengan kedalaman 1,5 cm dan lebar 0,7 cm menggunakan mesin router



Menggunakan straight Bit 12mm


Perlu diperhatikan saat menggunakan mesin router:

  • Benda kerja harus terikat dengan kuat dan sempurna.
  • Gunakan kedua tangan untuk memegang mesin router.
  • Jangan terburu-buru. 
  • Lakukan gerakan secara stabil dan terkendali.
  • Perhitungkan kemungkinan mesin router meloncat atau terpental akibat gerakan tangan yang keliru, sementara pisau router berputar pada kecepatan yang sangat tinggi.

Keteledoran dalam penggunaan mesin router dapat menyebabkan cedera yang sangat serius.



5. Setting Pigura


Lakukan pengukuran lalu berikan garis tanda dengan sudut 45° menggunakan pinsil, sebagai titik acuan pemotongan.
Sayangnya saya tidak memiliki gergaji potong yang sesuai, akhirnya saya gunakan gergaji scroll saw, hasilnya agak miring-miring sih.. 🫣

Agar memudahkan perakitan 
saya melakukannya di tempat yang rata sempurna, seperti meja kaca.
Lalu menggunakan bantuan penggaris siku untuk mendapatkan sudut 90 derajat yang mendekati sempurna.
Untuk mempertahankan posisi tersebut, saya menggunakan Staples, dengan memberikan 3 paku disetiap sudutnya.
Pada bagian titik pertemuan perkuat dengan power glue. Sementara untuk bagian yang renggang, tidak masalah karena celah tersebut bisa di akali dan ditutupi dengan meratakan serbuk kayu kemudian teteskan dengan power glue. 
Setelah kering, haluskan dengan menggunakan amplas dengan bantalan kayu rata atau dengan menggunakan mesin amplas.

Lakukan pengukuran ulang pada alas latar belakang nomor dengan menggunakan bantuan penggaris siku lalu tandai dengan pensil. Koreksi mengikuti garis pensil yang ditandai tadi menggunakan mesin scroll saw.

Ini hasilnya..




6. Pembuatan Bagian Penutup Belakang dan Gantungan Pigura. 


Karena kumpulan sekrup yang saya miliki tidak ditemukan, akhirnya saya menggunakan baut sebagai pengganti sekrup. 
Saya gunakan mini grinder diamond bermata runcing, sebagai alat bantu agar baut bisa masuk dan mengikat ke dalam List pigura dengan mudah.



Sementara untuk bagian gantungan pigura saya menggunakan seutas tali yang diikatkan pada dua buah baut yang menembus hingga masuk ke bagian list pigura sehingga dirasa aman, tak mudah jatuh, terlepas.



Bagian belakang nomor di ikat, ditempelkan ke penutup belakang pigura menggunakan power glue sehingga posisinya kuat dan tidak akan terlepas.
Cukup berat, mantab, karena menggunakan bahan dari balok kayu.



Test gantung pada dinding ruang tamu di rumah.., bagus juga πŸ«£πŸ™‚.. πŸ€”πŸ˜.. πŸ˜‚..



Sebagian peralatan yg dipakai 



Penutup samping mesin scroll saw memang sengaja saya lepas, agar memudahkan saat membersihkan bagian dalam mesin yang penuh dengan serbuk kayu hasil pemotongan. 




Semoga manfaat 

Thx  ^_^

Jumat, 09 Oktober 2026

0 Mengembangkan Lagu ke Versi Nyanyian Bersama 😁

Sudah lama, setiap kali memutar lagu "Cita Hati" ini, selalu muncul dalam pikiran saya sebuah versi yang dapat dinyanyikan bersama dan pastinya sangat seru.

Akhirnya, ide tersebut dieksekusi beberapa hari yang lalu, pada malam hari, bertempat di dalam mobil yang terparkir di carport rumah. Tujuannya agar saya bisa bernyanyi dengan lepas dan keras, tanpa khawatir suara nyanyian terdengar ke luar, karena teredam oleh kabin mobil yang tertutup.





Proses Rekam.

Siapkan dua buah HP, yang saya sebut "A" dan "B".
  • HP "A" berfungsi sebagai pemutar musik (music player) dan dihubungkan langsung ke earphone Bluetooth.
  • Sementara itu, HP "B" berfungsi sebagai alat perekam (recorder). HP ini dihubungkan ke earphone kabel yang dijepitkan pada sun visor mobil, sehingga posisi mikrofon berada setinggi mata, dengan sudut sekitar 15 derajat ke sebelah kiri dan jarak sekitar 20 cm.
  • Selanjutnya, tekan tombol play pada HP "A" bersamaan dengan tombol record pada HP "B".
  • Setelah melakukan tiga kali perekaman, akhirnya diperoleh hasil yang dirasa paling baik.


Proses Editing.


Menggunakan aplikasi CapCut.

  • Klik "Proyek Baru".
  • Pilih dan masukkan video lagu yang diinginkan, yaitu "Cita Hati".
  • Klik "Tambahkan Audio", lalu pilih hasil rekaman terbaik yang telah dibuat sebelumnya.
  • Gabungkan keduanya, kemudian atur timeline agar suara rekaman tambahan tepat selaras dengan musik pada video. Caranya, geser diagram bar ke kanan atau ke kiri hingga suara asli dan suara tambahan menyatu pada waktu yang tepat.
  • Atur volume suara vokal tambahan agar tidak lebih keras daripada suara utama atau penyanyi aslinya.
  • Atur juga fitur "Bagi", "Pudar", dan fitur lainnya sesuai kebutuhan.
  • Selanjutnya, tinggal klik "Simpan" dan lihat hasilnya.


Berikut hasil akhirnya, sebisa mungkin dengan menggunakan headset.









Semoga manfaat 


Thx  ^_^

Selasa, 15 September 2026

0 "Indah" Mungkin Tidak, Tapi Menolak Menyerah

"Indah" Mungkin Tidak, Tapi Menolak Menyerah.


Mesin kipas angin portable ini memang tangguh. Walau posisinya pernah digantikan dengan kipas angin yang baru, putaran anginnya tetap tak kalah. Bahkan mesin kipas angin portable yang baru tak mampu bertahan lama.

Seperti parameter yang terlihat:
  • Peralatan lengkap
  • Bahan akrilik ada
  • Mur-baut sudah siap
  • Waktu sedang senggang
  • Niat dan kemauan adalah yang utama.
Dibuang sayang, maka diperbaiki.. 😜


Tampilannya sekarang menjadi penuh warna, lengkap dengan baut-baut pengikatnya. Sepertinya sudah sesuai untuk menunjukkan kekuatan yang agak berlebihan. 🀭


Fungsi utamanya untuk mengurangi rasa panas saat mesin mobil dimatikan.


Tampilan dari belakang 




LATAR BELAKANG.


Kaki kipas angin portabel yg patah akibat terjatuh.




PERBAIKAN SEMENTARA.


Kaki kipas angin disambung dengan menggunakan sekrup kecil.



Sangat tidak stabil dan tidak nyaman dilihat 🫣




PROSES PERBAIKAN.


Baru sekitar seminggu kemudian, perbaikan dimulai, menggunakan bahan lembaran akrilik berwarna kuning.



Lalu dengan menggunakan design dadakan proses pengerjaan dimulai.

Cutter dan Penggaris Aluminium, digunakan untuk pemotongan lurus.

Scroll Saw, untuk pemotongan yg detail dan presisi.




PROSES PERAKITAN.


Dengan menggunakan beberapa peralatan pembantu:

Hot Gun, untuk memudahkan proses menekuk pada bahan akrilik yg sudah dipotong dan disesuaikan dengan lekukan kaki kipas angin yg patah, fungsinya sebagai pen penguat, agar kaki kipas dapat stabil menahan beban dan getaran dari kipas angin. Proses dilakukan hingga lekukan pada pen kaki kipas sudah dirasakan pas dengan kaki kipas angin yang patah.

Mini Grinder, untuk proses membuat:
- Lubang-lubang kecil presisi untuk ikatan dengan menggunakan mur-baut ukuran kecil.
- Serta membuat lubang penitik yg akan dibor dengan menggunakan mata bor jenis pagoda.

Mesin Bor dan Mata Bor Pagoda, digunakan untuk membuat lubang dengan presisi yg berukuran agak besar, disesuaikan dengan mur-baut yg akan digunakan. Barulah perakitan dilakukan, dengan menempelkan bagian per bagian ke tempat yg sudah di tetapkan sebelumnya.

Tang dan Obeng, sebagai alat untuk mengencangkan mur dan baut dengan kekuatan putaran secukupnya.



HASIL SETELAH DIRAKIT.


Terlihat bagian kaki kipas angin yang patah, diapit dengan menggunakan dua lembar akrilik sebagai pen penyambung.






BEBERAPA KOREKSI.


Trik Anti Getar.
Dengan penambahan ring karet dan ring akrilik (buatan sendiri, seukuran koin Rp. 500, dengan lubang untuk baut di bagian tengahnya) pada bagian poros pertemuan antara kaki kipas dengan bagian penjepit, sehingga kipas angin portabel lebih dapat meredam getaran dan goncangan pada mobil.




BENTUK AKHIR.






Memang asimetris, mengingat patahnya hanya di satu kaki kipas.. πŸ˜€




Semoga manfaat 

Thx  ^_^
















Sabtu, 29 Agustus 2026

0 Alhamdulillah, Mereka Kembali Normal Pasca Patah Tulang Berkat Terapi Mandiri oleh Mereka Sendiri di Rumah


Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mendampingi tiga orang yang mengalami patah tulang. Semoga cerita ini bisa menjadi referensi bagi keluarga yang sedang menjalani masa pemulihan.

⚠️ Catatan Penting: Usahakan setidaknya pernah menjalani terapi di rumah sakit terlebih dahulu agar ada patokan medis yang aman sebelum melakukan terapi mandiri di rumah bersama keluarga.



1. Anak Sahabat – Motivasi Berbasis Ibadah
Anak sahabat baik saya mengalami patah tulang paha dan baru keluar dari rumah sakit. Saya ajari teman saya (orang tuanya) terapi awal pasca operasi, seperti yang pernah saya alami saat kedua paha saya patah.

Saat menekuk lutut hingga mendekati sudut 90°, anak itu menangis karena menahan sakit. Saya berikan motivasi sekaligus penjelasan kepada orang tuanya:

"Memang sakit, tapi harus dilakukan agar bisa kembali normal. Harus kuat, jangan sampai nanti terlihat cacat. Nanti kalau sudah lepas tongkat dan belajar berjalan, sholat ya dengan cara yang normal, biar kakinya kembali sempurna."

Beberapa tahun kemudian, saya bertemu dengannya. Ia sudah beranjak remaja, sehat, lincah, dan hitam manis.
Saya tanyakan, "Bagaimana kakinya?"
"Baik, Om.."
"Sholat normal?" (Sebagai parameter kesempurnaan gerak)
"Iya, Om.."

Alhamdulillah 🀲🌺


2. Tetangga Komplek – Psikologi Pemulihan & Titik Keseimbangan
Seorang tetangga pasca sembuh dari patah tulang kaki masih berjalan pincang. Pada suatu kesempatan, saya berikan teori singkat tentang titik keseimbangan:

"Jalannya pelan-pelan saja. Belajar dari kaki yang sehat. Perhatikan setiap langkah normal; tubuh akan condong ke sisi kanan atau kiri, terutama saat berjalan pelan. Di area itulah titik keseimbangan, tempat kita bisa berhenti dan berdiri hanya dengan satu kaki. Titik inilah yang harus dicari dan dirasakan di tiap langkah agar tidak ada perbedaan kecepatan antara kaki kanan dan kiri.

Coba perhatikan gerakan kaki yang sehat. Pelan-pelan saja, rasakan ada gerakan sedikit menjinjit. Perhatikan lagi, lalu ikuti dengan kaki yang sakit.

Kalau kamu nggak enak sama orang sekitar, pura-pura saja main HP sambil melangkah pelan. Pura-pura serius membalas chat, padahal pikiranmu fokus pada kaki."

Dia sebelumnya pincang karena sudah terbiasa tidak mempercayai kakinya yang sembuh, sehingga buru-buru memindahkan beban ke kaki sehat. Setelah sekian lama tak bertemu, langkah kakinya kini terlihat gagah dan sempurna.

Masya Allah 🀲🌺


3. Sepupu Istri – Koreksi Sudut Lutut & Postur Tegak Lurus
Sepupu istri saya baru sembuh pasca patah kaki, sudah bisa berjalan namun gerakannya saat duduk terasa kaku. Kakinya tidak bisa ditekuk sempurna untuk duduk bersimpuh atau bersila. Saya sarankan gerakan koreksi berikut:

  • Posisikan badan menempel/menyender tegak lurus di dinding tembok. Siapkan kursi di sisi kanan dan kiri sebagai penahan tangan.
  • Posisikan kaki sekitar 10-15 cm dari tembok.
  • Rendahkan tubuh dengan menekuk lutut semaksimal mungkin menuju posisi jongkok. Tahan pada titik batas nyeri maksimal (bukan nyeri tak tertahankan) selama 5-10 detik, dengan postur pinggang tetap tegak lurus.
  • Dorong dan angkat tubuh kembali ke posisi berdiri tegak menggunakan bantuan tangan di kursi.
  • Lakukan berulang kali. Target mencapai posisi jongkok biasanya membutuhkan waktu 5-7 hari.

Setelah bisa jongkok, barulah lakukan sholat dengan cara normal agar gerakan duduk diantara dua sujud menjadi indah dan sempurna. 
Saya sendiri butuh sekitar 5 hari untuk menguasai gerakan ini, hingga tidak ada rasa sakit saat melakukannya. 

Rasa sakit di persendian lutut adalah wajar karena ditujukan untuk mengkoreksi sudut tekukan yang tidak pernah dilatih dengan baik. 
Itu adalah harga yang harus dibayar untuk kembali hidup normal.

Ketika Lebaran kemarin, sepupu istri bertandang ke rumah mertua dengan langkah yang gagah dan sangat sempurna. 

Masya Allah, Alhamdulillah. 
Semua atas Ridho-Nya 🀲🌺


Catatan Tambahan: 
Metode rehabilitasi mandiri ini paling efektif diterapkan pada periode 3-6 bulan pasca operasi/cedera, saat jaringan masih dalam fase pemulihan aktif. Bagi yang sudah melewati 1 tahun atau mengalami kekakuan kronis, konsultasi langsung dengan fisioterapis klinis sangat disarankan sebelum mencoba gerakan ini, karena risiko komplikasi lebih tinggi. Setiap tubuh memiliki timeline pemulihan yang unik.



Semoga manfaat

Thx  ^_^


Selasa, 18 Agustus 2026

0 Membantu Terapi Teman yg Stroke (Jurnal)

Rehabilitasi Mandiri Pasca Stroke 


Teman baik saya, Erwin, sekitar 4 tahun yang lalu terkena stroke. Sempat saya jenguk ke rumah sakit dan beberapa kali datang ke rumahnya. Waktu itu saya hanya sebatas memberikan teori dan praktik, supaya Erwin bisa cepat sembuh dan kembali normal. Keberhasilan pemulihan sepenuhnya bergantung pada orang yang bersangkutan: apakah ia memilih menyerah atau berjuang untuk kembali normal. Dan teman saya berani melewatinya tanpa merasa bosan berlatih, benar-benar pribadi yang tangguh.

Rehabilitasi stroke bukan soal seberapa keras kita berlatih, tetapi seberapa cepat kita memulainya. Semakin cepat latihan dimulai, semakin besar peluang otak memanfaatkan masa pemulihan terbaiknya. Meski masa sekitar 3 bulan pertama sering dianggap sebagai 'golden period', jangan berkecil hati bila sudah lewat. Selama masih mau berlatih dengan benar dan konsisten, peluang untuk terus berkembang tetap ada. 

Karena saya sendiri pernah punya pengalaman, tiga kali patah tulang di kaki, bahkan yang terakhir patah di kedua paha. Saya menjalani dua kali operasi pada paha kanan akibat pen di paha kanan tersebut patah, sekaligus cangkok tulang yang diambil dari tulang pinggul untuk mengisi bagian tulang paha yang dibuang pada operasi pertama. Butuh waktu 23 bulan hingga akhirnya saya mulai belajar berjalan kembali. Sepuluh tahun kemudian, kedua pen di paha kanan dan kiri diangkat karena sudah sangat mengganggu. Usai operasi pengangkatan pen, saya kembali menjalani terapi mandiri dengan fokus melatih persendian pangkal paha dan lutut, mengembalikan kekuatan otot, serta belajar mengatur langkah kaki agar pola berjalan kembali senormal mungkin. Termasuk melatih gerakan refleks pada kedua kaki, mensimulasikan gerakan kaki kanan dan kiri pada skenario rem mendadak saat membawa kendaraan roda empat. Latihan refleks ini sangat penting menyangkut keselamatan manusia dan saya lakukan di dalam mobil yang mesinnya sedang saya panaskan.


Latihan Untuk Teman Saya, Erwin 

Latihan awal dimulai beberapa hari setelah Erwin terkena stroke dan dirawat di rumah sakit. Saat menjenguk, saya memberikan bola berduri khusus pasien stroke.



Latihan Bola.
Meremas, meletakkan, mengambil bola lagi, meremas, dan lakukan berulang. Saat posisi rebahan, letakkan bola di samping tubuh, jauhkan tangan dari bola, lalu ambil kembali bola itu tanpa melihat—hanya menggunakan rabaan tangan yang sakit. Jumput bola, angkat ke atas, letakkan di dada, lalu kembalikan ke kasur. Jauhkan sedikit dari tangan, cari kembali hanya dengan rabaan jari, ambil bola, dan ulangi.

Saat sudah bisa berjalan dan duduk, tetap latih kekuatan dan koordinasi tangan dengan memegang bola.



Latihan Minum Air. 
Pakai gelas plastik bergagang, minum menggunakan tangan yang sakit. Kalau bingung, pindahkan gelas ke tangan sehat, perhatikan gerakannya, lalu tiru dengan tangan sakit. Lakukan meski tanpa air di gelas.

Setelah mampu minum langsung, lanjutkan dengan menuang air dari botol ke gelas menggunakan tangan sakit, lalu mengambil obat.



Latihan Berdiri dari Posisi Duduk.
Tidak semudah yang dikira. Awalnya belajar keseimbangan dengan otot kaki sehat, tetapi harus segera melatih massa otot kaki sakit agar struktur tulang pinggul tidak berubah. Usahakan berdiri dengan tumpuan kedua kaki. Jika belum kuat, boleh dibantu tangan sebagai penyangga. 
Namun, posisi pinggul HARUS lurus bila dilihat dari belakang, tidak miring.


Latihan Berjalan.
Tidak perlu cepat. Fokus pada kaki sakit yang belajar dari kaki sehat. Saat berjalan pelan, tubuh otomatis mencari titik tumpu untuk berdiri dengan satu kaki. Berhenti sejenak, baru lanjutkan langkah. Fokuslah pada titik tumpu ini agar kecepatan melangkah antara kaki kanan dan kiri seimbang.

Perhatikan juga gerakan tersembunyi seperti menjinjit. Gerakan ini wajib ditiru oleh kaki sakit; tanpanya, langkah jadi tidak stabil atau terlihat pincang. Bayangkan seperti naik sepeda dengan roda kotak atau elips.


Latihan Berjalan Sambil Memegang Tembok. 
Berjalan di koridor rumah sambil menyentuh dinding dengan tangan sakit, seolah berpegangan di setiap langkah. Ini melatih cara berjalan sekaligus koordinasi tangan.


Latihan Berjalan Sambil Membawa Benda.
Bawa gelas plastik kosong (seolah berisi air) atau tas tangan. Ingat: gerakan tangan dan berjalan harus perlahan. Tak perlu terburu-buru. Selalu fokus meniru gerakan tangan dan kaki sehat, lalu terapkan ke sisi sakit.


Latihan Mencari Kunci di Dalam Tas.
Tanpa melihat, cari kunci hanya dengan rabaan. Setelah ketemu, masukkan kunci, putar, tekan gagang pintu, dan buka pintu.


Latihan Mengambil Dompet.
Buka dompet, ambil uang, pilih selembar, sodorkan, kembalikan ke kumpulan uang, dan masukkan kembali dengan rapi.



Latihan Menggunakan KTP.
Ambil KTP, sodorkan, kembalikan ke tempat semula. Tak perlu cepat, tapi lakukan dengan gerakan benar. Kalau bingung, minta tangan sehat melakukannya dulu, lalu ulangi dengan tangan sakit.


Latihan Makan di Meja Makan.
Gunakan peralatan makan lengkap (garpu dan sendok). Usahakan makan layaknya orang normal.


Latihan Menggunakan Ponsel.
Gunakan tangan sakit untuk mengetik, memasukkan ponsel ke tas, dan membawanya.


Latihan Saat Iseng.
Pegang pulpen dengan tangan sakit, tuliskan nama sendiri dan nama orang-orang yang disayangi di buku. Besoknya, tulis di lembar berikutnya, dan seterusnya.


Latihan Lainnya.
Memakai dan mengikat tali sepatu, serta aktivitas harian lainnya.


Latihan Gerakan Peregangan. 
Mengikuti anjuran dokter.



Olahraga Berjalan Kaki di Lapangan.
Ini inisiatif Erwin sendiri. Begitu bersemangat untuk sembuh, salut! πŸ‘



Kalau sudah kuat dan stabil, keliling lapangan pagi hari. Biarkan badan berkeringat dan terkena sinar matahari. Di awal-awal, pastikan ada pendamping agar tidak berisiko jatuh.


Gerakan Kesempurnaan: Gerakan Sholat.
Masya Allah.. 🀲🌺



Ingat,
Tidak perlu terburu-buru, tapi lakukan dengan cara dan gerakan yang benar.
Kalau bingung, lihat, perhatikan dan tiru gerakan tubuh yang sehat.

Kembali lagi, tergantung kemauan masing-masing, 
Semangat ya.. πŸ‘πŸ˜

Dalam waktu 1 bulan, Erwin sudah bisa bergerak normal dan mandiri. Di bulan ke-2, sudah bisa mengendarai mobil lagi.


Video bersama Erwin, sesudah kembali gagah πŸ‘πŸ˜
(Sehat terus ya bro..)



Tulisan ini berbasis pengalaman pribadi dan pengamatan, bukan pengganti terapi dari dokter atau terapis profesional. Sangat disarankan tetap berkonsultasi dengan tenaga medis, karena setiap kondisi stroke berbeda-beda.



Semoga manfaat.
Thx  ^_^


Masya Allah 
Alhamdulillah 
Astaghfirullah πŸ˜”

Rabu, 15 Juli 2026

0 Mengapa Sistem Label Blog yang Harus Di-update Justru Saya Hentikan?

Mengapa Sistem Label Blog yang Harus Di-update Justru Saya Hentikan?

Banyak yang mengira Label adalah cara terbaik untuk mengelompokkan artikel di blog. Memang benar, tetapi hanya apabila jumlah postingan masih sedikit.



Ketika artikel sudah mencapai ratusan, akan muncul persoalan baru.

Setiap kali lahir kategori baru atau terjadi pengembangan atau pencabangan kategori, muncul pertanyaan:

"Apakah semua postingan lama harus dibuka kembali hanya untuk menambahkan label baru?"



Kalau iya, maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai.
Semakin berkembang isi blog, semakin besar pula waktu yang dibutuhkan hanya untuk memperbarui label. Akhirnya, waktu lebih banyak habis untuk maintenance daripada menulis artikel baru.


Karena itulah saya menghentikan ketergantungan terhadap sistem label.
Sebagai gantinya, saya menggunakan
ikon-ikon kategori pada sidebar kanan.




Setiap ikon tidak bergantung pada label, melainkan menggunakan query (kata kunci) untuk melakukan pencarian ke seluruh isi blog.




Keuntungannya:
  • Tidak perlu membuka kembali ratusan postingan lama.
  • Kategori dapat berkembang tanpa harus mengedit artikel yang sudah dipublikasikan.
  • Artikel lama tetap dapat ditemukan selama mengandung kata kunci yang sesuai.
  • Waktu pemeliharaan jauh lebih efisien.
  • Blog menjadi lebih mudah berkembang dalam jangka panjang.

Bagi saya, tujuan utama bukan sekadar membuat blog terlihat rapi, tetapi membangun sistem yang tetap efektif meskipun jumlah artikel terus bertambah.

Terkadang, solusi terbaik bukanlah menambah pekerjaan, melainkan mengubah cara berpikir terhadap sistem itu sendiri.


"Belajar bukan hanya tentang menambah ilmu, tetapi juga usahakan menemukan cara yang lebih baik untuk mengelolanya" 


Semakin lama saya perhatikan πŸ€”, 
pengaturan blog memiliki pola yang mirip dengan pembuatan program komputer, yaitu menyajian kemudahan bagi penggunanya.
  • Mudah digunakan
  • Mudah dikembangkan
  • Mudah dipelihara.

Bacaan lanjutan seputar program komputer.






Semoga manfaat 

Thx  ^_^


Sabtu, 04 Juli 2026

0 Perjalanan Mengenal Musik Hingga Mencipta Lagu 🀲🌺 (Jurnal)

Perjalanan Mengenal Musik Hingga Mencipta Lagu 🀲🌺  (Jurnal)



Bagian 1: Awal Mengenal Gitar dan Terciptanya Lagu Angan


Perjalanan dalam mengenal musik berawal saat saya duduk di kelas 1 SMP. Sebagai hadiah ulang tahun dari Abah dan Umi, sebuah gitar "Osmond", yang kemudian, karena iseng, saya beri nama "Jack" πŸ˜€
Barulah setahun kemudian, sekitar 1981-1982, tetangga saya, Mas Tri Harianto, ternyata juga memiliki dan bisa memainkan gitar. Dan dari dialah, saya pertama kali belajar memainkannya.
Lagu pertama yang saya pelajari adalah lagu Naik ke Puncak Gunung dengan menggunakan 3 chord dasar: A, D dan E. 



Cara memainkannya:
Tangan kiri membentuk chord, sedangkan ibu jari tangan kanan memetik seluruh senar.

Pola petikannya:
  • Satu petikan dari atas ke bawah.
  • Dilanjutkan dua petikan dari bawah ke atas.
  • Ulangi pola tersebut hingga lagu selesai.

Dari sanalah kecintaan saya terhadap musik mulai tumbuh.

Bahkan jam tidur malam pun menjadi tertunda-tunda karena saya masih ingin terus memainkan, "...ke puncak gunung".

Sampai ibu saya bilang,
"Udah dong latihannya, besok lagi..."

Saya pun menjawab,
"Coba dengerin dong... sekali lagi nih, sekali lagi..." πŸ™πŸ˜€

(Karena waktu itu saya masih tidur bersama Abah dan Umi.. 🀭)

Keesokan malamnya, ternyata lampu tidur di kamar sengaja tidak dinyalakan. Cahaya di kamar sangat minim, hanya berasal dari luar jendela.

Dengan bangga saya berkata,
"Mi..., dek Arief bisa mainin gitar tanpa melihat..." πŸ€£πŸ˜‚

(Masya Allah, Al Fatihah untuk mereka berdua, Abah dan Umi 🌺)


Selang 2-3 tahun setelahnya, hadirlah sebuah ukulele, yang oleh teman SMA saya, Ryan, diberi nama Mi'e.

Lagu yang saya ceritakan kali ini berjudul: Angan, pada tahun 1984, saat saya masih duduk di kelas 1 SMAN 20 Jakarta. Lagu yang beraroma cinta ini terinspirasi dari seorang wanita yang merupakan tetangga dari sepupu saya, mbak Yayuk, di Muara Karang, meskipun sebenarnya Angan merupakan lagu kedua yang saya ciptakan.

Lagu ini pula yang pernah dibawakan oleh teman-teman di Vokal Grup Vesma 20 pada acara perpisahan kelulusan kakak-kakak kelas.

Setahun kemudian saya ikut kursus gitar di Vidi Vici, pimpinan Uli Sigar Rusady. Namun tidak lama, karena saya lebih terbiasa bermain secara alami.

Agar tidak lupa dengan nada-nada baru yang muncul, saya biasa menuliskan notasi awal pada media apa pun yang tersedia, mulai dari buku sekolah hingga di secarik kertas yang kebetulan ada di dekat saya. Biasanya saya juga langsung menuliskan tema atau potongan syair utama lagu tersebut.




Bagian 2: Era Tape Wartawan dan Proses Merekam Ide Lagu


Memasuki tahun 2000, saya kembali memiliki gitar akustik, "Yamaha C-330". Menggantikan posisi gitar Osmond, yang hilang setelah dipinjam seorang teman. 

Dengan perangkat tape wartawan baru, ide-ide lagu mengalir begitu deras. Hampir setiap kali muncul inspirasi, saya segera merekamnya ke dalam kaset kosong agar tidak hilang. 

Umumnya diiringi gitar atau ukulele kesayangan. Tetapi pada keduanya sebenarnya ada perbedaan:
  • Ukulele menghadirkan nuansa yang ringan, ceria, dan easy-going. Ia seolah mengajak pendengarnya menikmati hidup dengan langkah yang santai.
  • Gitar memiliki dunia yang jauh lebih luas. Dari kegembiraan hingga kesedihan, dari kelembutan hingga kemegahan, gitar mampu menjelajahi hampir seluruh spektrum emosi dengan kedalaman yang sulit dicapai oleh ukulele.
Lagu-lagu lama yang sebelumnya belum sempat direkam pun mulai saya abadikan satu per satu.


Gambar di bawah ini adalah tape wartawan generasi ke-dua yang saya miliki.



Setiap kaset selalu saya beri nomor urut. Pada sampulnya saya menuliskan berbagai catatan, mulai dari judul lagu, tema, genre, hingga penilaian pribadi terhadap kualitas notasinya.

Tanpa terasa, belasan kaset rekaman telah terkumpul, berisi sekitar 90 lagu serta 80 lagu yang masih belum memiliki syair.



Sebuah lagu biasanya lahir dari adanya peristiwa yang berkaitan dengan perasaan. 
Tetapi ada kalanya juga, sebuah lagu lahir ketika saya membayangkan seorang penyanyi yang membawakannya.

Sebagai contoh, ketika membayangkan sosok penyanyi Desy Ratnasari, tiba-tiba muncul sebuah lagu dengan notasi dan syair yang menurut penilaian saya, memiliki kualitas yang sangat baik. Namun, lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena membutuhkan jangkauan vokal sekitar dua oktaf. Hingga kini, saya masih merasa cukup sulit menemukan penyanyi yang mampu membawakannya sesuai dengan karakter lagu tersebut.

Sayangnya, lagu yang terinspirasi dari sosok Desy Ratnasari tersebut belum bisa saya bagikan pada postingan ini karena hingga saat ini belum saya daftarkan ke WAMI, begitu pula dengan lebih dari 80 lagu lainnya.


Ketika saatnya tiba, nada dan syair akan mengalir dengan sendirinya, tanpa perlu dipaksakan.

Itu artinya: 
Hatimu Tengah Berbicara,
maka Abadikanlah.. πŸ™πŸŒΊ

(Ridho-Nya, Masya Allah..)



Bagian 3: Pendataan Ratusan Lagu Menggunakan Lotus 1-2-3


Beberapa tahun kemudian, semangat itu muncul kembali. Saya mulai mendata seluruh karya menggunakan komputer dengan aplikasi Lotus 1-2-3. Saya juga mengumpulkan syair-syair lagu yang tercecer di berbagai media, seperti buku, kalender, amplop, dan lembaran kertas lainnya.

Seluruh lagu kemudian saya data dalam bentuk tabel, meliputi keseluruhan lagu, baik lagu bersyair maupun lagu instrumental.

Sebagai contoh, lagu "Salah Siapa", di dalam tabel tercatat:
  • Notasi awal berada di kaset nomor 3 side B 
  • Lagu yang sudah bersyair di kaset nomor 4 side B
  • Naskah syair asli berada di halaman 3 
  • Tanda "!", dalam penilaian saya, lagu ini memiliki notasi dan syair yang cukup menarik.




Bagian 4: Mendirikan Band dan Pengalaman Mendapat Tanggapan dari Musica Studio


Saya juga pernah mendirikan sebuah band Oxygen, tahun 2001, bersama dua keponakan, Teguh dan Vio.


Pembagian tugas dalam band Oxygen:
  • Teguh, memegang drum
  • Vio, memegang bass gitar dan backing vokal
  • Saya sendiri, memegang rhythm dan vokalis.

Dengan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri, salah satu lagu berjudul Salah Siapa bahkan pernah mendapatkan tanggapan positif dari Musica Studio, Chrisdiah, meskipun saat itu disarankan untuk mengganti vokalis. Sayangnya, kami belum berhasil menemukan vokalis yang sesuai.

Video berikut memperlihatkan salah satu lembar catatan latihan yang saya buat. Di dalamnya terdapat skema pembagian permainan antar personel, pengulangan bagian lagu, serta susunan melodi dan drum saat membawakan lagu "Salah Siapa".




Catatan sederhana ini menjadi saksi bagaimana kami menyusun aransemen secara mandiri, hanya berbekal semangat untuk berkarya.

Oh ya, di lingkungan keluarga saya sebenarnya dipanggil Arief. Namun, sejak keponakan saya, Teguh, lahir, entah bagaimana saya justru lebih sering dipanggil Awi. Nama panggilan itu pun bertahan hingga sekarang.

Meskipun perjalanan band Oxygen tidak berlangsung lama, pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan berharga dalam perjalanan saya di dunia musik.

Tibalah saatnya ketika kejenuhan mulai muncul. Saya tidak lagi merasakan manfaat dari melanjutkan proses rekaman lagu-lagu baru.

Di tengah kejenuhan tersebut, Allah SWT mempertemukan saya dengan sebuah pengalaman baru yang kemudian mengubah arah perjalanan musik saya.



Bagian 5: Perubahan Arah dari Cipta Lagu menjadi Penyusun Aransemen Musik


Tahun 2002, saya memperoleh keyboard Casio CTK-811ex. Fitur perekaman multitrack 16-track yang dimilikinya membuka dunia baru bagi saya. Sejak itulah perhatian saya perlahan bergeser dari sekadar menciptakan lagu menjadi belajar menyusun aransemen musik.

Casio CTK-811ex yang saya miliki

Proses menyusun aransemen di Casio CTK-811ex bukanlah pekerjaan yang sederhana. Sebelum proses perekaman minus-one dimulai:
  • Saya harus menentukan rhythm yang akan digunakan, atau bahkan memodifikasinya sesuai kebutuhan lagu. 
  • Memilih atau mengubah karakter suara tone apabila diperlukan...
  • Lalu menyusun bagian Intro, Normal, Variation, Fill-in, hingga Ending secara manual. 
  • Setelah itu, setiap instrumen direkam satu per satu ke dalam track yang berbeda.
  • Seluruh parameter, seperti volume, expression, pan, effect, dan transpose, juga harus diatur dan dicatat secara manual agar tidak hilang. 
  • Tidak jarang satu aransemen membutuhkan waktu berhari-hari sebelum benar-benar selesai.

Bentuk pencatatan aransemen di atas ditulis dengan cara seperti di bawah ini.



Berikut video salah satu hasil aransemen yang saya susun menggunakan Casio CTK-811ex. Lagu berjudul GeeR ini kemudian direkam dan dibawakan oleh Cynthia.



Semoga suatu hari nanti saya dapat kembali bertemu Cynthia atau setidaknya mengetahui kabarnya.



Bagian 6: Perubahan Arah dari Menyusun Aransemen Musik Kembali ke Dasar, Belajar Piano

Awalnya, seorang teman baik bercerita kepada saya tentang indahnya memainkan piano secara instrumental terlebih disaat malam yg sunyi.

  • Lalu muncullah ide, untuk mengasingkan gitar kesayangan, dengan cara: membungkusnya dengan berlembar-lembar koran dan lakban, sehingga akan lebih fokus untuk mengenal piano.
  • Tanpa bosan berlatih 2 jam setiap hari, memainkan piano, hanya untuk berlatih tangga nada menggunakan tangan kanan dan tangan kiri. 
  • Setelah sudah mulai lancar, barulah memainkan tangga nada tersebut dengan kedua tangan secara berbarengan.
  • Lalu mulailah masuk ke proses mengenalkan chord pada tangan kiri, sementara tangan kanan tetap pada tugas utamanya, memainkan tangga nada.
  • Setelah 2 Minggu berlalu, saya bisa memainkan lagu "Di pucuk pohon Cemara".






Ternyata benar kata teman saya, instrumental piano di hening malam, memang indah..

Masya Allah 🀲🌺.



Bagian 7: Digitalisasi Seluruh Kaset Rekaman Menjadi File MP3

Seiring perkembangan teknologi, seluruh rekaman dalam belasan kaset akhirnya berhasil dikonversi ke format MP3 dengan bantuan Iqbal Studio. Proses ini mencakup sekitar 90 lagu bersyair dan 80 lagu instrumental yang belum memiliki syair.

Tujuannya agar mudah didengarkan melalui berbagai perangkat, seperti telepon genggam, komputer, maupun pemutar musik lainnya. Dengan demikian, proses pengolahan dan pengembangan lagu di kemudian hari akan menjadi lebih mudah.


Bagian 8: Olah lagu di Iqbal Studio, Take Vokal dan Publikasi YouTube



Karena banyaknya kendala dalam membentuk sebuah grup band, menyerahkan proses pengerjaan langsung kepada pihak studio menjadi salah satu alternatif yang paling memungkinkan untuk dilakukan.

Seperti lagu Salah Siapa di bawah ini, yang merupakan hasil rekaman di Studio Iqbal. 



Memang, hasil akhirnya terkadang berbeda dengan aransemen yang dimainkan sebelumnya. Namun, saya menyadari bahwa para personel studio adalah musisi profesional yang tentu memiliki pemahaman dan pengalaman bermusik jauh lebih baik daripada saya.


Beberapa lagu hasil rekaman tersebut juga telah saya unggah ke YouTube.

Alhamdulillah, hingga hari ini saya masih menjaga titipan-Nya. Semoga dapat membawa manfaat.


Bagian 9: Membuat Video lirik sederhana

Saya menggunakan beberapa aplikasi. Corel VideoStudio Pro 12 dan Corel draw X4, lalu Microsoft Office Picture Manager karena saat itu hanya itu aplikasi yang ada dan saya kuasai.

Mengerjakannya sambil berjemur lantaran Covid 19.. 🀭





Bagian 10: Dicari Vokalis


Saya juga masih belum menemukan vokalis laki-laki untuk menyanyikan lagu saya yang sudah di aransemen ulang, barangkali ada yang tertarik.



Bagian 11: Mengembangkan Lagu ke dalam Versi untuk Dinyanyikan Beramai-ramai


Lagu Cita Hati yang sudah rampung beberapa tahun lalu ternyata masih terasa kurang menggigit. Setiap kali mendengarkannya, selalu muncul versi lain dalam pikiran, bukan lagi versi yang dibawakan oleh satu orang, melainkan beramai-ramai.

Jadi, beberapa hari lalu saya mencoba mengubah lagu tersebut dengan cara seadanya. Hasilnya, hmm... lumayan bagus. 😁

Hasilnya seperti dibawah ini 




S e m u a n y a ..
Tidak aku, tetapi Dia.
(Masya Allah, Alhamdulillah..
Astaghfirullah πŸ˜”)




Thx  ^_^

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

Flag Counter
 

o2 fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates