Sabtu, 04 Juli 2026

0 Perjalanan Mengenal Musik Hingga Mencipta Lagu 🀲🌺 (Jurnal)


Bagian 1: Awal Mengenal Gitar dan Terciptanya Lagu Angan


Perjalanan dalam mengenal musik berawal saat saya duduk di kelas 1 SMP. Sebagai hadiah ulang tahun dari Abah dan Umi, sebuah gitar "Osmond", yang kemudian, karena iseng, saya beri nama "Jack" πŸ˜€
Barulah setahun kemudian, tetangga saya, Mas Tri Harianto, ternyata juga memiliki dan bisa memainkan gitar. Dan dari dialah, saya pertama kali belajar memainkannya.
Lagu pertama yang saya pelajari adalah lagu Naik ke Puncak Gunung dengan menggunakan 3 chord dasar: A, D dan E. 



Cara memainkannya:
Tangan kiri membentuk chord, sedangkan ibu jari tangan kanan memetik seluruh senar.

Pola petikannya:
  • Satu petikan dari atas ke bawah.
  • Dilanjutkan dua petikan dari bawah ke atas.
  • Ulangi pola tersebut hingga lagu selesai.

Dari sanalah kecintaan saya terhadap musik mulai tumbuh.

Bahkan jam tidur malam pun menjadi tertunda-tunda karena saya masih ingin terus memainkan, "...ke puncak gunung".

Sampai ibu saya bilang,
"Udah dong latihannya, besok lagi..."

Saya pun menjawab,
"Coba dengerin dong... sekali lagi nih, sekali lagi..." πŸ™πŸ˜€

(Karena waktu itu saya masih tidur bersama Abah dan Umi.. 🀭)

Keesokan malamnya, ternyata lampu tidur di kamar sengaja tidak dinyalakan. Cahaya di kamar sangat minim, hanya berasal dari luar jendela.

Dengan bangga saya berkata,
"Mi..., dek Arief bisa mainin gitar tanpa melihat..." πŸ€£πŸ˜‚

(Masya Allah, Al Fatihah untuk mereka berdua, Abah dan Umi 🌺)


Lagu pertama yang saya ciptakan adalah Angan, pada tahun 1984, saat saya masih duduk di kelas 1 SMAN 20 Jakarta. Lagu yang beraroma cinta ini terinspirasi dari seorang cewek tetangga sepupu di Muara Karang, meskipun sebenarnya Angan merupakan lagu kedua yang tercipta.

Lagu ini pula yang pernah dibawakan oleh teman-teman di Vokal Grup Vesma 20 pada acara perpisahan kelulusan kakak-kakak kelas.

Setahun kemudian saya ikut kursus gitar di Vidi Vici, pimpinan Uli Sigar Rusady. Namun tidak lama, karena saya lebih terbiasa bermain secara alami.

Agar tidak lupa dengan nada-nada baru yang muncul, saya biasa menuliskan notasi awal pada media apa pun yang tersedia, mulai dari buku sekolah hingga di secarik kertas yang kebetulan ada di dekat saya. Biasanya saya juga langsung menuliskan tema atau potongan syair utama lagu tersebut.



Sebuah lagu biasanya lahir dari adanya peristiwa yang berkaitan dengan perasaan. Ketika saatnya tiba, nada dan syair akan mengalir dengan sendirinya, tanpa perlu dipaksakan.

Ada kalanya juga, sebuah lagu lahir ketika saya membayangkan seorang penyanyi yang membawakannya.

Sebagai contoh, ketika membayangkan Desy Ratnasari, tiba-tiba muncul sebuah lagu dengan notasi dan syair yang menurut penilaian saya sangat baik. Namun, lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena membutuhkan jangkauan vokal sekitar dua oktaf. Hingga kini, saya merasa cukup sulit menemukan penyanyi yang mampu membawakannya sesuai dengan karakter lagu tersebut.

Itu artinya: 
Hatimu Tengah Berbicara,
maka Abadikanlah.. πŸ™πŸŒΊ
(Ridho-Nya, Masya Allah..)



Bagian 2: Era Kaset Wartawan dan Proses Merekam Ide Lagu


Ketika kemudian memiliki sebuah tape wartawan, setiap ide lagu yang muncul langsung saya rekam ke kaset kosong, umumnya diiringi gitar kesayangan saya. Lagu-lagu lama yang sebelumnya belum sempat direkam pun mulai saya abadikan satu per satu.



Setiap kaset selalu saya beri catatan, baik berupa judul lagu, tema, genre, maupun penilaian pribadi terhadap kualitas notasinya.

Tanpa terasa, belasan kaset rekaman pun terkumpul, berisi sekitar 90 lagu yang telah bersyair serta sekitar 80 lagu yang masih belum memiliki syair.



Namun, pernah juga saya mengalami masa jenuh, ketika tidak lagi merasakan manfaat dari melanjutkan proses rekaman lagu-lagu baru.



Bagian 3: Pendataan Ratusan Lagu Menggunakan Lotus 1-2-3


Beberapa tahun kemudian, semangat itu muncul kembali. Saya mulai mendata seluruh karya menggunakan komputer dengan aplikasi Lotus 1-2-3. Saya juga mengumpulkan syair-syair lagu yang tercecer di berbagai media, seperti buku, kalender, amplop, dan lembaran kertas lainnya.

Seluruh lagu kemudian saya data dalam bentuk tabel, meliputi keseluruhan lagu, baik lagu bersyair maupun lagu instrumental.

Sebagai contoh, lagu "Salah Siapa", di dalam tabel tercatat:
  • Notasi awal berada di kaset nomor 3 side B 
  • Lagu yang sudah bersyair di kaset nomor 4 side B
  • Naskah syair asli berada di halaman 3 
  • Tanda "!", dalam penilaian saya, lagu ini memiliki notasi dan syair yang cukup menarik.




Bagian 4: Mendirikan Band dan Pengalaman Mendapat Tanggapan dari Musica Studio


Saya juga pernah mendirikan sebuah band Oxygen, tahun 2000, bersama dua keponakan, Teguh dan Vio.

Oh ya, di lingkungan keluarga saya sebenarnya dipanggil Arief. Namun, sejak keponakan saya, Teguh, lahir, entah bagaimana saya justru lebih sering dipanggil Awi. Nama panggilan itu pun bertahan hingga sekarang.


Pembagian tugas dalam band Oxygen:
  • Teguh, memegang drum
  • Vio, memegang bass gitar dan backing vokal
  • Saya sendiri, memegang rithm dan vokalis.

Dengan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri, salah satu lagu berjudul Salah Siapa bahkan pernah mendapatkan tanggapan positif dari Musica Studio, Chrisdiah, meskipun saat itu disarankan untuk mengganti vokalis. Sayangnya, kami belum berhasil menemukan vokalis yang sesuai.

Video berikut memperlihatkan salah satu lembar catatan latihan yang saya buat. Di dalamnya terdapat skema pembagian permainan antar personel, pengulangan bagian lagu, serta susunan melodi dan drum saat membawakan lagu "Salah Siapa".



Catatan sederhana ini menjadi saksi bagaimana kami menyusun aransemen secara mandiri, hanya berbekal semangat untuk berkarya.

Meskipun perjalanan band Oxygen tidak berlangsung lama, pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan berharga dalam perjalanan saya di dunia musik.



Bagian 5: Digitalisasi Kaset Menjadi MP3 dan Publikasi di YouTube

Seiring perkembangan teknologi, rekaman-rekaman kaset tersebut akhirnya saya konversi ke format MP3 agar dapat didengarkan melalui berbagai perangkat, seperti telepon genggam, komputer, maupun pemutar musik lainnya. Dengan demikian, proses pengolahan dan pengembangan lagu di kemudian hari menjadi lebih mudah.

Karena banyaknya kendala dalam membentuk sebuah grup band, rekaman langsung di studio menjadi salah satu alternatif yang paling memungkinkan untuk dilakukan.
Seperti lagu Salah Siapa di bawah ini, yang merupakan hasil rekaman di Studio Iqbal. 


Memang, hasil akhirnya terkadang berbeda dengan aransemen yang dimainkan sebelumnya. Namun, saya menyadari bahwa para personel studio adalah musisi profesional yang tentu memiliki pemahaman dan pengalaman bermusik jauh lebih baik daripada saya.


Beberapa lagu hasil rekaman tersebut juga telah saya unggah ke YouTube.

Alhamdulillah, hingga hari ini saya masih menjaga titipan-Nya. Semoga dapat membawa manfaat.


Tidak aku, tetapi Dia.
(Masya Allah, Alhamdulillah..
Astaghfirullah πŸ˜”)




Thx  ^_^



Rabu, 01 Juli 2026

0 Mekanisme Antena TV Sederhana Terbaik

Ternyata ide adik iparku, mas Agus, dalam menangani antena TV digitalnya keren juga.
Saya baru mengetahuinya setelah ikut membantu dalam menyetel arah agar televisi di rumahnya bisa menangkap sinyal stasiun tv lebih baik, karena ingin mendapatkan kualitas siaran yang lebih baik saat menonton pertandingan Piala Dunia.


Tampak tampilan antena yang menjulang di atas atap.



Dan yg menarik disini adalah mekanisme batang penyangga antena itu sendiri.
Menggunakan pipa besi utama berukuran 2 inchi sepanjang 4 meter, dan penopang bawah menggunakan pipa besi yg berukuran sedikit lebih besar dari batang pipa utamanya yg berukuran 2 inchi.


Sementara tampilan pada bagian antena yang berada di bawah atap. 




Nah bagian menariknya, adalah di bagian penopang tiang dan pengunci agar antena tidak mudah berputar karena tertiup angin. 




Coba perhatikan..
Bagian penopang tiang menggunakan dua buah dynabolt yang ditanam ke dalam tembok. 

Pada gambar ini terlihat dynabot pertama sebagai penopang tiang bagian atas dan sekrup penahan arah antena agar tidak mudah berubah tertiup angin.



Serta dynabot kedua sebagai penopang tiang bagian bawah.



Satu trik tambahan yang baru saya ketahui adalah pada ujung pipa bagian atas dan sambungan kabel di perangkat antena diberi lem silikon (lem akuarium). Tujuannya untuk meminimalkan masuknya air dan udara lembap yang dapat mempercepat proses oksidasi pada sambungan, sehingga kualitas sinyal dan usia pakai antena bisa lebih terjaga.

Saya sempat tanyakan, apa tidak takut kemungkinan tersambar petir?
Beliau beranggapan, Aman, karena banyak bangunan tinggi di sekitarnya. 




Cara sederhana tetapi efektif.. πŸ˜€

Semoga manfaat.



Thx  ^_^






Jumat, 12 Juni 2026

0 Modifikasi Kecil Agar As Holder HP Tidak Mudah Lepas

Holder ini termasuk yang paling sering saya gunakan. Posisi pemasangannya berada di bagian kepala, tepat di atas tempat tidur. Sayangnya, saat baut dikencangkan, posisi HP jadi agak susah diarahkan. Namun kalau dikendurkan agar lebih mudah diatur, pada posisi tertentu holder malah mudah merosot turun dan bisa terlepas.



Agar lebih aman, biasanya saya memegang holder dengan tangan kiri atau kanan, sambil mengatur arahnya, sedangkan tangan lainnya memutar baut untuk mengatur kekencangan as holder.

Setelah memperhatikan bentuk as pemegang holder dengan lebih teliti, akhirnya muncul ide untuk melakukan modifikasi sederhana.



Rencananya, sebuah ring per dipasang pada celah kecil di tengah as. Fungsinya sebagai pembatas gerakan turun as holder, sehingga meskipun baut dikendurkan, as tetap tertahan dan tidak terlepas dari dudukannya.

Sebelum dipasang, ring per diubah fungsinya menjadi menyerupai ring biasa. Caranya, kedua ujung ring per terlebih dahulu disesuaikan ketinggiannya menggunakan dua buah tang. Dengan demikian, saat ring menahan beban holder, gaya tekan dapat disalurkan lebih merata ke seluruh bagian ring. Selain itu, tidak ada lagi ujung ring yang menonjol atau tajam.





Pemasangan Ring.


Pasangkan kembali as pada dudukannya.



Lebarkan ring menggunakan tang lancip.



Pasangkan ring yang telah dilebarkan ke celah di tengah as.



Tekan kembali menggunakan tang, agar lebarnya kembali ke ukurannya semula.



Bentuk ring penahan setelah terpasang.



Holder Hp kini telah terpasang sempurna dengan ring penahan yang memastikan as holder tidak lagi terlepas, meskipun baut pengikat berada dalam keadaan sangat kendur.



Berikut bentuk keseluruhan holder yang dimodifikasi, sehingga posisi ring penahan dapat lebih mudah dipahami.





Semoga manfaat. 


Thx ^_^

Selasa, 19 Mei 2026

0 Ketika Tutorial YouTube Tidak Ada πŸ«ͺ (Jurnal)

Beberapa waktu lalu, istri saya membeli jam tangan Alba. Awalnya saya pikir memotong atau memendekkan rantainya akan mudah.

Ternyata tidak semudah itu. Bentuk dan konstruksi rantainya benar-benar berbeda dibanding model-model sebelumnya.

Sementara tutorial di YouTube pun tidak ada πŸ«ͺ



Akhirnya proses pemotongannya dilakukan di toko jam tangan di mall.

Saya sempat bertanya, “Kok pin-nya nggak bisa dibuka pakai alat yang diputar itu ya?” Sembari tangan saya mencontohkan gerakan memutar seperti sedang mengoperasikan alat tersebut.

“Oh, kalau yang ini model ketok,” jawab karyawan toko.

Dan memang benar, prosesnya benar-benar diketok sambil saya perhatikan dari kejauhan.

Tetapi sangat disayangkan, sesampainya di rumah baru terasa kalau setelan rantai jamnya tidak simetris. 
Seharusnya 2:2, kiri dua dan kanan dua, tetapi ini malah 3:1; sebelah kiri dikurangi tiga, sedangkan kanan hanya satu.

Akhirnya, berbekal informasi yang tadi sempat saya lihat langsung di lapangan, saya mencoba mengerjakannya sendiri di rumah.



Cara Sederhana Yg Bisa Dilakukan.


Ternyata ide yang muncul cukup sederhana, yaitu menggunakan pin kecil seperti pin untuk menempelkan kertas di dinding sebagai alat untuk melepaskan pin rantai pada jam tangan.

Ambil sebuah pin yang biasa digunakan untuk menempelkan kertas di dinding. Pin tersebut memiliki bagian paku yang ramping dan cukup kuat. Selanjutnya saya sebut, “paku”.



Namun sebelumnya, ujung paku pada pin kertas tersebut ditumpulkan terlebih dahulu dengan cara diketok menggunakan palu atau tang. Tujuannya agar sifat paku itu bukan lagi untuk melubangi atau merusak, melainkan hanya untuk mendorong pin rantai jam yang tertanam di rantai agar dapat keluar tanpa merusaknya.



Karena keterbatasan alat, cara paling mudah yang saya lakukan adalah mencari lubang pada meja sebagai jalur keluarnya pin rantai jam saat diketok dari atas.

Untuk mendorong pin, saya menggunakan paku yang ujungnya sudah ditumpulkan, lalu dipukul perlahan menggunakan tang.

Usahakan rantai ditekuk di area terdekat dari pin yang akan diketok. Tujuannya agar posisi pin mendekati tegak lurus atau siku-siku sehingga saat diketok tidak mudah goyah dan tetap stabil.

Arahkan ujung pin rantai tepat di atas lubang pada meja agar pin dapat keluar dengan mudah meluncur turun.



Setelah bagian ujung pin rantai mulai terlihat, pin rantai langsung dicabut menggunakan tang.

Bila dilihat dari bentuknya, pin rantai jam Alba ini berbeda, terbuat dari selembar pelat berukuran mikro, yg dilipat dan dibentuk hingga menyerupai silinder. 

Kuat, halus, rapi, tak mudah bergeser atau terlepas, serta mudah dipasang kembali. Ide dari Alba yang menarik.

 

Setelah mendapatkan ukuran yang tepat antara jam tangan dan pergelangan tangan, masukkan kembali pin rantai jam ke posisi semula, lalu arahkan bagian ujung pin tersebut ke kunci pas yang bagian bawahnya saya lapisi dengan karet sebagai alas peredam benturan antara kunci pas dan meja.



Saya menggunakan bagian gagang tang yang terbalut karet untuk memukul bagian atas rantai.

Cara ini cukup efektif untuk meminimalisir kemungkinan permukaan rantai menjadi lecet atau cacat akibat salah ketok, mengingat ukuran kepala pin rantai sangat kecil dan permukaan rantai juga sangat halus.

Dengan cara ini, efek benturan pin rantai terhadap batang besi kunci pas tetap maksimal namun lebih terkendali.

Terbukti, cukup dengan sekali ketok, pin langsung tertancap dengan sempurna.




Cacat Fisik Akibat Kesalahan Penanganan di Toko.

Inilah salah satu alasan kenapa saya sampai lama memikirkan cara yang paling tepat untuk memotong rantai jam. Karena setelah diperhatikan, rantai cadangan ternyata mengalami cacat fisik akibat penggunaan alat yang kurang sesuai.


Walaupun bagian tersebut hanya rantai cadangan, tetapi bila sampai rusak atau cacat, tentu akan mengurangi nilai serta kerapihan dari jam tangan itu sendiri.



Proses di balik layar.. 🫣

Sebelumnya saya sempat mencoba membuat alat ketok sendiri dari obeng kecil yang dimodifikasi menggunakan mata gerinda mini. Kurang lebih 1–2 jam saya utak-atik, namun hasilnya ternyata tidak bisa digunakan sebagaimana yang diharapkan.


Akhirnya muncul ide menggunakan paku pin kertas sebagai pendorong pin rantai jam. Termasuk ide untuk menjaga agar struktur pin rantai tidak rusak, bagian ujung tajam pada paku pin terlebih dahulu saya tumpulkan.



Catatan.

Membongkar pasang memang mudah, tapi usahakan gunakan cara yang paling manusiawi πŸ˜„


Semoga bermanfaat.



Thx  ^_^

Minggu, 19 April 2026

0 Edit Gambar yg Biasa Dilakukan.

Untuk menyampaikan suatu pesan, cerita, ide atau sekedar berbagi informasi, kadang perlu foto/ image yg mampu mewakili isi dengan jelas.


Biasanya ada 3 aplikasi yg saya gunakan:
  • Edit Foto (aplikasi bawaan Android)
  • Photoroom, (download di Play Store)
  • CorelDraw x3 (di laptop)

Untuk CorelDraw x3, merupakan versi lama. Alasannya sederhana: sudah cukup nyaman dan menguasai pengoperasiannya.
Tidak ingin menghabiskan waktu belajar versi terbaru karena yang ada sekarang sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan saya.



PROSES GAMBAR TABEL OBAT



Edit Foto, digunakan untuk:
  • mempertajam gambar
  • Memperbaiki sudut pengambilan 



Photoroom:
  • Mengganti latar (hitam, putih, transparan, atau tetap)



Edit Foto:
  • Koreksi ulang sudut bila diperlukan 
  • Cropping tablet/ kapsul, pilih bagian terbaik




Photoroom:
  • Menyusun potongan hasil cropping
  • Memberikan label keterangan
  • Pewarnaan latar
  • Menambahkan icon panah



CorelDraw x3 :
  • Memberikan garis hitam sebagai pembatas (menggunakan kotak dengan ketebalan dan posisi yg disesuaikan)




PROSES GAMBAR KONTAINER PIL.



Edit Foto:
  • Mempertajam gambar
  • Koreksi sudut



Photoroom:
  • Mengganti latar
  • Menambahkan icon dan label




CorelDraw x3:
  • Membuat garis lengkung (curve) sebagai pembatas waktu (biru, kuning, merah)
  • Membuat garis bantu untuk menjaga keseimbangan simetris
  • Menambahkan 2 titik node lalu remove untuk mendapatkan potongan lengkung yang presisi
  • Menggeser garis lengkung untuk mempermudah pemotongan area tertentu, lalu dikembalikan ke posisi semula
  • Melanjutkan pemotongan bagian lainnya hingga selesai



Untuk pemindahan data dari Android ke Laptop juga sebaliknya, saya menggunakan flashdisk OTG yg pernah saya modifikasi dikarenakan patah.



Semoga manfaat.

Thx  ^_^


Jumat, 17 April 2026

0 Cara Gunakan Kontainer Pil (Jurnal)

Manfaat Kontainer Pil:

Menghindari lupa minum obat
Semua sudah tersusun per hari dan waktu, jadi tinggal buka sesuai jadwal.

Mencegah salah dosis
Obat sudah dipisah, jadi kecil kemungkinan kelebihan atau kekurangan.

Lebih rapi dan teratur
Nggak perlu bongkar banyak strip atau botol setiap kali minum obat.

Praktis dibawa ke mana-mana
Cukup bawa satu kotak kecil, cocok untuk aktivitas harian atau perjalanan.

Memudahkan pengawasan
Buat yang merawat orang tua atau keluarga, jadi lebih gampang memastikan obat sudah diminum atau belum.

Mengurangi stres dan kebingungan
Terutama kalau jenis obatnya banyak, semuanya jadi lebih simpel.




Sebelumnya, biasanya istri saya yang menyiapkan dan memasukkan obat ke dalam kontainer pil, atau saya sendiri minum langsung dari kantong obat apotek.
Kadang cukup membingungkan, harus memilah satu per satu obat yang harus diminum saat itu. 

Yang bikin tambah pusing, aturan seperti 2x1 sebelum makan dan sesudah makan, kadang jadi rancu, malah terasa ambigu 🀭

Sampai akhirnya, sekitar seminggu yang lalu, saya melihat kembali kontainer pil yang sudah lama tidak dipakai dan menemukan cara yang lebih mudah untuk menggunakannya.

Kebetulan seprai kasur saya bercorak garis vertikal.
Jadwal minum obat saat itu maksimal 3 kali sehari: pagi, siang, dan malam.



Setiap waktu saya bagi dua:
Sebelah kiri untuk sebelum makan, dan sebelah kanan untuk sesudah makan.

Khusus untuk aturan 2x1 sehari,
letakkan pil di waktu pagi dan malam.

Khusus untuk aturan 4x1 sehari,
dosis yang terakhir/malam, dipisahkan, diminum sendiri langsung dari plastik obatnya, karena sudah tidak ada tempat di kontainer.



Tinggal masukkan obat ke dalam kontainer sesuai urutannya.
Karena bentuknya bulat, posisi gantungan saya anggap sebagai jam 12.00, lalu penomoran dimulai dari angka 1.




Setelah itu, tinggal dibawa, siap masuk tas, praktis.




Catatan Tambahan:

Sebelum makan
Sebaiknya diminum sekitar 30–60 menit sebelum makan.

Sesudah makan
Sebaiknya diminum segera atau sekitar 15–30 menit setelah makan.

Diminum di jam yang sama setiap hari
agar efeknya maksimal.


Hal kecil seperti ini kadang terlihat sepele.
Setiap selesai minum obat, biasakan langsung memasukkan kembali kontainer pil ke dalam tas.
Jangan sampai saat waktunya minum obat berikutnya, malah bingung sendiri:
kontainernya di mana?
Dicari di tas nggak ada, di kamar juga nggak ada..
ternyata ketinggalan di dalam mobil 🀭



---  --- Jurnal ---  ---


21 Mei 2026


Kontainer pil yang sebelumnya hilang πŸ€”, jadi saya terpaksa mencari tempat pil yang baru.

Sebenarnya banyak pilihan di online shop, tapi menurut saya yang paling pas adalah model bersekat 6 atau 8.
Usahakan memilih tempat obat yang memiliki seal pelindung, agar obat terlindung dari air dan debu.

Dengan model seperti itu, tidak ada lagi unsur bingung atau memilih-milih saat waktunya minum obat, karena satu kontainer pil cukup digunakan untuk kebutuhan satu hari.

Kecuali bila jadwal minumnya tidak dibedakan berdasarkan waktu, 
misalnya hanya “sesudah makan” atau hanya “sebelum makan”, maka slot kosong pada kontainer pil tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk tambahan hari,
sehingga satu kontainer bisa dipakai hingga 2 hari.



Penyusunan jadwal obat tetap sama seperti sebelumnya, di mana baris pertama digunakan untuk obat sebelum makan dan baris kedua untuk obat sesudah makan.

Kontainer pil ini juga terbagi menjadi 3 kolom, yaitu untuk waktu pagi, siang, dan malam.



Seluruh obat saya diminum sesudah makan, terdiri dari:
  • 3 obat dengan dosis 3x1
  • 1 obat dengan dosis 1x1, diminum pagi
  • 1 obat dengan dosis 1x1, diminum malam



Karena baris pertama (sebelum makan) terlihat kosong, maka bagian tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyusun obat hari berikutnya, dengan pola yang sama seperti pada baris kedua.



Selain itu, kotak obat yang saya miliki ini memiliki tambahan dua sekat lagi di bagian tutupnya. Bagian tersebut bisa digunakan sebagai tempat obat dengan dosis 4x1 atau untuk menyimpan obat umum lainnya.




Semoga manfaat.

Thx ^_^

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

Flag Counter
 

o2 fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates