Rabu, 27 November 2019

0 Cara Mendorong Mobil Mogok, 75% Berhasil Dihidupkan

Postingan ini saya buat karena semalam saya lupa menyampaikan satu informasi penting kepada anak-anak muda yang ambulansnya berhasil saya bantu hidupkan.

Sebenarnya, selain dengan cara didorong, ada alternatif lain untuk menghidupkan mesin mobil yang akinya lemah, yaitu dengan melakukan jumper aki. Namun karena kondisi badan saya saat itu sedang kurang enak, akhirnya saya membantu dengan cara yang paling sederhana, yaitu didorong.

Awalnya, saat saya hendak membeli minuman jahe merah di depan Polsek Komsen, saya melihat sebuah ambulans sedang didorong oleh sekelompok anak muda. Setelah saya perhatikan, mobil tersebut sudah dua kali dicoba hidupkan dengan cara itu tetapi mesinnya belum juga menyala.

Karena itu saya menawarkan diri untuk berada di belakang kemudi, sementara mereka yang mendorong mobil.
Sebelumnya saya bertanya terlebih dahulu, "Apakah aki mobil masih memiliki tenaga?"
Ternyata masih ada. 
Klakson dan lampu besar masih dapat menyala, walaupun tenaganya sudah tidak cukup untuk menyalakan starter mesin.

Dalam kondisi seperti ini, Insya Allah masih ada kemungkinan sekitar 75% mesin dapat dihidupkan dengan cara didorong.

Namun perlu diingat, cara ini hanya dapat dilakukan pada mobil dengan transmisi manual, bukan transmisi otomatis.
Untuk mobil transmisi otomatis, silakan gunakan metode jumper aki.




Persiapan Sebelum Mobil Didorong
  1. Masukkan gigi percepatan satu.
  2. Injak penuh pedal kopling dengan kaki kiri.
  3. Lepaskan rem tangan.




Persiapan Selanjutnya
  • Perhatikan kondisi jalan di depan kendaraan.
  • Pastikan arah roda dan posisi setir sudah benar.
  • Ingat bahwa saat mesin mati, setir akan terasa lebih berat untuk diputar.

Tanamkan terus dalam pikiran:
"Setelah mesin hidup, kaki kanan langsung menginjak rem dan kaki kiri langsung menginjak kopling!"




Proses Menghidupkan Mesin

Saat kecepatan mobil yang didorong dirasa sudah cukup:
  1. Lepaskan pedal kopling.
  2. Secara bersamaan putar kunci kontak ke posisi starter.
  3. Kaki kanan menekan pedal gas satu kali.
  4. Setelah mesin hidup, segera pindahkan kaki kanan ke pedal rem.
  5. Pada saat yang sama, kaki kiri kembali menginjak pedal kopling agar mesin tidak mati.


⚠️ Hati-hati!

Jika aki sudah tidak kuat untuk menyalakan starter, jangan terus-menerus memaksakannya karena hanya akan semakin menguras sisa tenaganya.

Saat mesin berhasil hidup, mobil biasanya akan langsung melonjak atau melaju lebih cepat. Karena itu kaki kanan harus segera menginjak rem.

Jika kaki kiri terlambat menginjak kopling kembali, mesin bisa mati lagi.

Karena itu, jangan gugup dan pastikan seluruh langkah sudah dipahami sebelum mencoba cara ini.



Penutup 

Ajarkan cara sederhana ini kepada orang-orang yang kita kasihi. Jika suatu saat mereka mengalami keadaan serupa, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Dan bila aki mobil belum sempat diperbaiki atau diganti, usahakan memarkir kendaraan di carport atau jalan yang sedikit menurun. Dengan begitu, jika mobil perlu dihidupkan kembali, tidak diperlukan tenaga besar untuk mendorongnya.


Semoga manfaat.


Thx,  ^_^

Kamis, 21 November 2019

0 Memakai Sarung ke Masjid Tanpa Takut Melorot

Sebelumnya saya selalu menggunakan celana jeans jika hendak Sholat Subuh di masjid. Kalau di rumah lebih sering sholat dengan menggunakan sarung, tetapi jika ke masjid menggunakan sarung dari rumah, saya tidak berani, alasan utama: karena takut sarungnya melorot turun disebabkan ikatan sarung yg tidak kuat, terlebih lagi jarak antara rumah ke masjid As Sakinah, sekitar 300-400 meter dengan berjalan kaki.
Baru sekitar 2 minggu yg lalu saya merasa, sepertinya lebih nyaman menggunakan sarung ke Masjid dan saya mempraktekan dengan menggunakan cara Abah/ ayah saya. Saya masih ingat sewaktu hendak Sholat Idul Fitri atau Idul Adha (saya lupa), kemungkinan masih duduk di kelas 3 SDK1 Samanhudi, beliau memakaikan saya sarung seperti yg saya lakukan sekarang ini.

Berangkat dari rumah hingga kembali usai sholat subuh, ikatan sarung masih kuat dan rapi.

Tampak samping

Tampak belakang

Menggunakan sabuk ikat pinggang yg elastis, diselipkan di dalam lipatan sarung

Ikat pinggang yg tidak lebar tetapi elastis, sehingga memegang ikatan sarung dengan kuat


Ikat pinggang ini milik istri saya, "dipinjam dulu ya sayang, muach.."

Suasana pagi saat mengejar sholat Fajar 2 rakaat sebelum sholat Subuh di Masjid As Sakinah

Thx,  ^_^

Rabu, 13 November 2019

0 Merapikan Icon

Sudah lama saya ingin mengganti tampilan icon di sisi kanan dengan yg lebih baik, akhirnya bisa juga mewujudkannya.

Ada 2 icon baru sebagai tambahan, yaitu: Inovasi dan Desain. Sedangkan untuk icon Karya Mami, saya letakkan di bagian atas, mengingat sentuhannya dalam hal penyusunan tata ruang barangkali patut untuk diikuti.
Seperti saat mami dulu menyusun ulang rumah tinggal yg saya tempati, saat itu mami menyusun ruangan dengan fungsi maksimal tetapi kenyamanan tetap saya dapatkan, luar biasa.

Seperti inilah hasil ke-16 icon yg sudah dibuat.

















Tidak mudah membuat design iconnya, bahkan untuk mempermudah pengerjaan layar laptop sementara saya tempelkan isolasi, sebagai alat bantu edit gambar.


Thx,  ^_^

Kamis, 07 November 2019

0 Memperbaiki Handel Lemari Plastik yg Patah

Kemarin malam, sewaktu saya hendak mengambil WD-40 di laci lemari paling bawah, ternyata handel laci yg terbuat dari plastik patah dikarenakan terlalu banyak barang yg saya letakkan didalamnya, sehingga laci jadi terlalu berat untuk ditarik, dibuka.
Akhirnya saya memperbaikinya dengan cara yg menurut saya paling cepat dan kuat, dengan menggunakan barang-barang yg ada di sekitar saya.
  • Mini grinder dengan mata bor ukuran 2 mm, untuk membuat lubang-lubang pada handel laci dan dinding laci, agar benang sol bisa digunakan untuk menjahit handel laci
  • Benang sol sepatu (sudah lama saya beli ketika usai Sholat Jumat di masjid Al Ittihaad Tebet)
  • Pengait benang rajut nomor 10 (ukurannya agak terlalu kekecilan) untuk menarik benang sol, seperti menjahit tukang sepatu
  • Lem power glue Alteco, untuk merekatkan handel laci, dinding laci serta benang sol sepatu. Pemberian power glue alteco di teteskan pada bagian sisi dalam dinding laci.
Mini grinder dengan mata bor 2 mm

Bahan dan perangkat yg diperlukan


Handel laci yg masih bagus

Handel laci yg patah, setelah di operasi plastik


Isi laci yg terlalu berat

Lemari sudah bisa digunakan seperti semula

Bahan dan perangkat yg digunakan



Awalnya cuma ingin mengambil WD-40, akhirnya handel lemari jadi kekar kembali..

Thx,  ^_^

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

Flag Counter
 

o2 fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates