Ternyata ide adik iparku, mas Agus, dalam menangani antena TV digitalnya keren juga.
Serta dynabot kedua sebagai penopang tiang bagian bawah.
Saya baru mengetahuinya setelah ikut membantu dalam menyetel arah agar televisi di rumahnya bisa menangkap sinyal stasiun tv lebih baik, karena ingin mendapatkan kualitas siaran yang lebih baik saat menonton pertandingan Piala Dunia.
Tampak tampilan antena yang menjulang di atas atap.
Dan yg menarik disini adalah mekanisme batang penyangga antena itu sendiri.
Menggunakan pipa besi utama berukuran 2 inchi sepanjang 4 meter, dan penopang bawah menggunakan pipa besi yg berukuran sedikit lebih besar dari batang pipa utamanya yg berukuran 2 inchi.
Sementara tampilan pada bagian antena yang berada di bawah atap.
Nah bagian menariknya, adalah di bagian penopang tiang dan pengunci agar antena tidak mudah berputar karena tertiup angin.
Coba perhatikan..
Bagian penopang tiang menggunakan dua buah dynabolt yang ditanam ke dalam tembok.
Pada gambar ini terlihat dynabot pertama sebagai penopang tiang bagian atas dan sekrup penahan arah antena agar tidak mudah berubah tertiup angin.
Satu trik tambahan yang baru saya ketahui adalah pada ujung pipa bagian atas dan sambungan kabel di perangkat antena diberi lem silikon (lem akuarium). Tujuannya untuk meminimalkan masuknya air dan udara lembap yang dapat mempercepat proses oksidasi pada sambungan, sehingga kualitas sinyal dan usia pakai antena bisa lebih terjaga.
Saya sempat tanyakan, apa tidak takut kemungkinan tersambar petir?
Beliau beranggapan, Aman, karena banyak bangunan tinggi di sekitarnya.
Cara sederhana tetapi efektif.. ๐
Semoga manfaat.
Thx ^_^





.jpg)