Kamis, 04 Februari 2010

0 Keluarga R. Hafid S. Partomenggolo


Nama lengkap saya, R Arief Priyatna Hafid, kadang saya memakai nama yg lebih pendek, yaitu: Arief Hafid.
Berikut ini saya ingin menceritakan sosok-sosok yg dekat dengan saya:

Bapak, Abah, H. R. Hafid Sachroel Partomenggolo
Abah, sebuah nama panggilan sehari-hari dirumah yang ditujukan kepada seorang laki-laki tangguh, R. Hafid Sachroel Partomenggolo, yang selalu tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu, yang selalu sabar, selalu ingin mengakrabkan diri terhadap anak-anaknya, yang tiada pernah cukup memberikan tauladan kepada saya, tiada pernah merasa gengsi setiap pagi membangunkan tidur saya dengan/ sambil mengajak ngobrol, menanyakan apakah ada masalah dikantor, setelah kantuk mulai hilang, beliau mengatakan: “dah sana mandi, itu dibawah (kamar tidur saya ada di lantai atas), Abah sudah bikinin kopi”. Bahkan saat menjelang beliau wafat, saya pulang malam, 24.00, usai menghadiri perkawinan seorang teman (Taufik & Dian), beliau yang membukakan pintu rumah, menanyakan “Bagaimana Acaranya, Ramai? Itu ada kopi susu, tadi Abah buatin”.
Malam itu saya tidur tidak dikamar, melainkan tidur di atas karpet depan TV, di antara Abah dan Umi (ibu atau mami), sebelum tidur abah sempat minta dipijat punggungnya, memang terasa, badan/ punggungnya agak keras, pertanda memang sedang sakit.
Jam 03.30 saya dibangunkan umi/ mami, “Rip, bangun, Abah gak bisa nafas”. Saya terbangun dan terlihat Abah sedang memakai T-Shirt Hijau, “Abah gak bisa nafas Rip..” suara itu terdengar seperti bercampur dengan air. Itulah suara terakhir Abah yang saya dengar.
Kami (Umi, Mas Yon, saya dan tetangga sebelah, Pak Edi Sukiswo) mengantar Abah ke Rumah Sakit Harun, namun sudah terlambat, beliau meninggal karena serangan jantung.
Terimakasih Tuhan, Engkau telah mamberikanku seorang Ayah yang sangat membanggakan, yang selalu mengucap Assalamualaikum/ Waalaikumsalam,
yang dengan bahagia aku dapat mencium tangannya (salim), lalu mencium kedua pipinya setiap saat hendak pergi/ berpamitan ataupun pulang kerumah.
Dan kalimat “Waalaikumsalam..”, sempat beberapa kali terucap, sambil bergegas keluar rumah, seolah seperti ada tamu yang datang, dan peristiwa itu terjadi lebih dari sekali, beberapa hari sebelum beliau menghadapNya.
“Terimalah disisiMu, Bahagiakan Abah Ya Allah, seperti beliau yang selalu ingin membahagiakan kami anak-anaknya, Amien..”



Kami (Mbak Lea, Abah, Arief, Umi, Mbak Dian)




















Trio (Bokap, nyokap n ogut) di halaman rumah rasela 2, jakarta



















Abah & Umi, 1991







 











Ibu, Umi, Mami, Hj. Suci Lasmi Hafid
Umi, Mami, adalah seorang Ibu yang sangat membanggakan didalam hati saya. Beliau selalu membela, melindungi saya walaupun saat itu mungkin saya salah. Tak ubahnya seperti Abah, sholat 5 waktu hampir tak pernah tertinggal, perhatian demi perhatiannya, yang apabila saya mengingatnya, membuat hati ini tersayat, karena merasa belum diberi kesempatan untuk lebih membanggakan perasaannya, lebih membahagiakannya.
Kabulkanlah Ya Allah, amien.

 

Bersama Mami


















 











Kakak 1, Mbak Lea
Saya mempunyai 2 orang kakak yang sangat hebat, salah satunya adalah Mbak Lea.
Mungkin jarang seseorang mengalami, merasakan Kasih Tulus seorang Kakak terhadap Adik, dia Wonder Women, kasih sayangnya, pengorbanannya, tidak terbantahkan.
Semoga Allah memberikan kebahagiaan yang berlipat ganda, amien.
Terimakasih Mbak Lea..


















Bersama suami, Mas Yon













Bersama anak-anaknya, Igu dan Yuyun


 

















Mbak Dian
Saya mempunyai 2 orang kakak yang sangat hebat, salah satunya adalah Mbak Dian.
Mungkin jarang seseorang mengalami, merasakan Kasih Tulus seorang Kakak terhadap Adik, dia Wonder Women, kasih sayang dan pengorbanannya juga tidak terbantahkan.
Insya Allah diberikan kebahagiaan selamanya, ya mbak? amien..








Bersama Suami, pa Tukul dan Adityo













 




Yulis (Bunda)
Hampir 11 tahun menemani hidupku, kuucapkan terimakasihku yang tak terhingga.
Beberapa karya seni dari seorang Yulis dapat didengarkan di Musik, salah satunya pada syair lagu Pesta Rakyat adalah murni kreasi seninya yang saya pribadi tak menduga, hebat!
Bahagia dan sehat selalu untukmu, bunda, amien. 
Saat Acara Bakti Sosial





 















Evi (Istriku)
Kami menikah tepat sebulan yg lalu, 23 Agustus 2014























Semoga akan selalu banyak kebahagiaan yg kita lalui, Amien YRA
Terimakasih Tuhan, Atas Semua Yg Telah Engkau Berikan..
















0 komentar:

Poskan Komentar

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

 

o2-fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates