Sabtu, 04 Juli 2026

0 Perjalanan Mengenal Musik Hingga Mencipta Lagu 🀲🌺 (Jurnal)


Bagian 1: Awal Mengenal Gitar dan Terciptanya Lagu Angan


Perjalanan dalam mengenal musik berawal saat saya duduk di kelas 1 SMP. Sebagai hadiah ulang tahun dari Abah dan Umi, sebuah gitar "Osmond", yang kemudian, karena iseng, saya beri nama "Jack" πŸ˜€
Barulah setahun kemudian, Mas Tri Harianto ternyata juga memiliki dan bisa memainkan gitar. Dan dari dialah, saya pertama kali belajar memainkannya.
Lagu pertama yang saya pelajari adalah lagu Naik ke Puncak Gunung dengan menggunakan 3 chord dasar: A, D dan E. 



Cara memainkannya:
Tangan kiri membentuk chord, sedangkan ibu jari tangan kanan memetik seluruh senar.

Pola petikannya:
  • Satu petikan dari atas ke bawah.
  • Dilanjutkan dua petikan dari bawah ke atas.
  • Ulangi pola tersebut hingga lagu selesai.

Dari sanalah kecintaan saya terhadap musik mulai tumbuh.

Bahkan jam tidur malam pun menjadi tertunda-tunda karena saya masih ingin terus memainkan, "...ke puncak gunung".

Sampai ibu saya bilang,
"Udah dong latihannya, besok lagi..."

Saya pun menjawab,
"Coba dengerin dong... sekali lagi nih, sekali lagi..." πŸ™πŸ˜€

(Karena waktu itu saya masih tidur bersama Abah dan Umi.. 🀭)

Keesokan malamnya, ternyata lampu tidur di kamar sengaja tidak dinyalakan. Cahaya di kamar sangat minim, hanya berasal dari luar jendela.

Dengan bangga saya berkata,
"Mi..., dek Arief bisa mainin gitar tanpa melihat..." πŸ€£πŸ˜‚

(Masya Allah, Al Fatihah untuk mereka berdua, Abah dan Umi 🌺)


Lagu pertama yang saya ciptakan adalah Angan, pada tahun 1984, saat saya masih duduk di kelas 1 SMAN 20 Jakarta. Lagu yang beraroma cinta ini terinspirasi dari seorang cewek tetangga sepupu di Muara Karang, meskipun sebenarnya Angan merupakan lagu kedua yang tercipta.

Lagu ini pula yang pernah dibawakan oleh teman-teman di Vokal Grup Vesma 20 pada acara perpisahan kelulusan kakak-kakak kelas.

Setahun kemudian saya ikut kursus gitar di Vidi Vici, pimpinan Uli Sigar Rusady. Namun tidak lama, karena saya lebih terbiasa bermain secara alami.

Agar tidak lupa dengan nada-nada baru yang muncul, saya biasa menuliskan notasi awal pada media apa pun yang tersedia, mulai dari buku sekolah hingga di secarik kertas yang kebetulan ada di dekat saya. Biasanya saya juga langsung menuliskan tema atau potongan syair utama lagu tersebut.



Sebuah lagu biasanya lahir dari adanya peristiwa yang berkaitan dengan perasaan. Ketika saatnya tiba, nada dan syair akan mengalir dengan sendirinya, tanpa perlu dipaksakan.

Itu artinya: 
Hatimu Tengah Berbicara,
maka Abadikanlah.. πŸ™πŸŒΊ
(Ridho-Nya, Masya Allah..)



Bagian 2: Era Kaset Wartawan dan Proses Merekam Ide Lagu


Ketika kemudian memiliki sebuah tape wartawan, setiap ide lagu yang muncul langsung saya rekam ke kaset kosong, umumnya diiringi gitar kesayangan saya. Lagu-lagu lama yang sebelumnya belum sempat direkam pun mulai saya abadikan satu per satu.



Setiap kaset selalu saya beri catatan, baik berupa judul lagu, tema, genre, maupun penilaian pribadi terhadap kualitas notasinya.

Tanpa terasa, belasan kaset rekaman pun terkumpul, berisi sekitar 90 lagu yang telah bersyair serta sekitar 80 lagu yang masih belum memiliki syair.



Namun, pernah juga saya mengalami masa jenuh, ketika tidak lagi merasakan manfaat dari melanjutkan proses rekaman lagu-lagu baru.



Bagian 3: Pendataan Ratusan Lagu Menggunakan Lotus 1-2-3


Beberapa tahun kemudian, semangat itu muncul kembali. Saya mulai mendata seluruh karya menggunakan komputer dengan aplikasi Lotus 1-2-3. Saya juga mengumpulkan syair-syair lagu yang tercecer di berbagai media, seperti buku, kalender, amplop, dan lembaran kertas lainnya.

Seluruh lagu kemudian saya data dalam bentuk tabel, meliputi keseluruhan lagu, baik lagu bersyair maupun lagu instrumental.

Sebagai contoh, lagu "Salah Siapa", di dalam tabel tercatat:
  • Notasi awal berada di kaset nomor 3 side B 
  • Lagu yang sudah bersyair di kaset nomor 4 side B
  • Naskah syair asli berada di halaman 3 
  • Tanda "!", dalam penilaian saya, lagu ini memiliki notasi dan syair yang cukup menarik.




Bagian 4: Mendirikan Band dan Pengalaman Mendapat Tanggapan dari Musica Studio


Saya juga pernah mendirikan sebuah band Oxygen, tahun 2000, bersama dua keponakan, Teguh dan Vio.

Oh ya, di lingkungan keluarga saya sebenarnya dipanggil Arief. Namun, sejak keponakan saya, Teguh, lahir, entah bagaimana saya justru lebih sering dipanggil Awi. Nama panggilan itu pun bertahan hingga sekarang.


Pembagian tugas dalam band Oxygen:
  • Teguh, memegang drum
  • Vio, memegang bass gitar dan backing vokal
  • Saya sendiri, memegang rithm dan vokalis.

Dengan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri, salah satu lagu berjudul Salah Siapa bahkan pernah mendapatkan tanggapan positif dari Musica Studio, Chrisdiah, meskipun saat itu disarankan untuk mengganti vokalis. Sayangnya, kami belum berhasil menemukan vokalis yang sesuai.

Video berikut memperlihatkan salah satu lembar catatan latihan yang saya buat. Di dalamnya terdapat skema pembagian permainan antar personel, pengulangan bagian lagu, serta susunan melodi dan drum saat membawakan lagu "Salah Siapa".



Catatan sederhana ini menjadi saksi bagaimana kami menyusun aransemen secara mandiri, hanya berbekal semangat untuk berkarya.

Meskipun perjalanan band Oxygen tidak berlangsung lama, pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan berharga dalam perjalanan saya di dunia musik.



Bagian 5: Digitalisasi Kaset Menjadi MP3 dan Publikasi di YouTube

Seiring perkembangan teknologi, rekaman-rekaman kaset tersebut akhirnya saya konversi ke format MP3 agar dapat didengarkan melalui berbagai perangkat, seperti telepon genggam, komputer, maupun pemutar musik lainnya. Dengan demikian, proses pengolahan dan pengembangan lagu di kemudian hari menjadi lebih mudah.

Karena banyaknya kendala dalam membentuk sebuah grup band, rekaman langsung di studio menjadi salah satu alternatif yang paling memungkinkan untuk dilakukan.
Seperti lagu Salah Siapa di bawah ini, yang merupakan hasil rekaman di Studio Iqbal. 


Memang, hasil akhirnya terkadang berbeda dengan aransemen yang dimainkan sebelumnya. Namun, saya menyadari bahwa para personel studio adalah musisi profesional yang tentu memiliki pemahaman dan pengalaman bermusik jauh lebih baik daripada saya.


Beberapa lagu hasil rekaman tersebut juga telah saya unggah ke YouTube.

Alhamdulillah, hingga hari ini saya masih menjaga titipan-Nya. Semoga dapat membawa manfaat.


Tidak aku, tetapi Dia.
(Masya Allah, Alhamdulillah..
Astaghfirullah πŸ˜”)




Thx  ^_^



0 comments:

Posting Komentar

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

Flag Counter
 

o2 fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates