Jumat, 18 Desember 2009

18 Membuat Alat Otomatis Untuk Pompa Air Dengan Prinsip Fisika - Gravitasi


Dengan memasang alat ini pada bak mandi, membuat kita tidak perlu lagi menghidup/ matikan mesin pompa air, demikian posisi air sudah kurang dari setengah bak, maka secara otomatis pompa air akan hidup, dan akan mati dengan sendirinya apabila air dalam bak sudah penuh.
Fungsi alat ini sama dengan radar pompa air yang biasa diletakkan di toren. Hanya saja saya membuatnya sendiri dengan mengunakan prinsip-prinsip grafitasi. Dimana kuncinya terletak pada batang paralon yang diisi dengan bola-bola besi dari bearing bekas.
Kebetulan instalasi air dirumah saya tidak baik, ada kebocoran di sambungan pipa paralon yang sudah ditanam dalam tembok, dan entah disebelah mana? Sehingga alat otomatis yang ada di mesin pompa air tidak dapat berfungsi dengan semestinya.
Awalnya hanya berupa disain tentang cara kerja alat ini, tapi setelah berusaha mewujudkan, sekitar 36 jam nonstop, maka jadilah alat ini. Jujur, ada kebanggaan tersendiri.
Alat ini cocok untuk diaplikasikan di penampungan air wudlu pada masjid atau mushola.


Apabila prinsip kerjanya dibalik, alat ini juga bisa menjadi alat peringatan ketinggian air di area rawan banjir, dengan cara menghidup/ matikan alarm .



 














01. On off alat otomatis untuk pompa air











02. Kondisi on













03. Kondisi off













04. Dengan menggaunakan kawat tembaga yang dilapisi timah solder














05. Dengan menggunakan klip kuningan yang dilapisi dengan timah solder














06. On tombol kiri, lisrik langsung ke pompa. On tombol kanan, lisrik melalui saklar otomatis














07. Saat air kurang dari setengah, alat ini menghidupkan mesin pompa hingga air di bak penuh

















08. Pelampung menggunakan botol bekas kemasan air minum

















09. Setelah bak penuh, secara otomatis mesin pompa off

















10. Posisi off















Baca juga:

Skema dan Video tentang Saklar Otomatis Dengan Prinsip Fisika Untuk Pompa Air

18 komentar:

  1. ide yang kreatif, mas.
    salam kenal.


    barid.p.a@gmail.com

    BalasHapus
  2. salam kenal kembali mas barid. thx

    BalasHapus
  3. Pak boleh tau bahan-bahannya.....?

    Salam Kenal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahan2nya:
      untuk pelampung memakai botol aqua bekas dan tali nilon.
      sebuah sakelar dobel,
      kayu list,
      pipa paralon,
      dan peluru bearing yg agak besar (dimasukkan kedalam paralon, sebagai pemberat)
      untuk ukuran2nya, silahkan mamperbandingkan dengan panjang gambar sakelar dobel, dengan melihat di
      http://o2-fresh.blogspot.com/2011/03/skema-pembuatan-saklar-otomatis-dengan.html
      terimakasih akbar, sukses untukmu..

      Hapus
    2. oh iya, juga beberap mur baut sebagai pengikatnya..

      Hapus
  4. Makasih nih informasinya salam kenal gan moga sukses trus gan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih.., moga bermanfaat ya..

      Hapus
  5. Balasan
    1. Bila ketinggian air di bak sudah kurang dari setengah, pelampung akan menarik tuas kayu, berakibat biji-biji laher/ gotri menggelinding (dalam paralon), menyatukan sambungan kabel yg tadinya terpisah dan menghidupkan mesin pompa air (lihat gambar 3).
      Setelah ketinggian air penuh, pelampung akan mengulur tuas kayu, sehingga gotri menggelinding kearah sebaliknya, memutuskan kembali sambungan kabel, sehingga mesin pompa airpun mati.
      terimakasih RidhoHizri..

      Hapus
  6. pak boleh spesifikkan alat2nya apa saja ? terima kasih ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahan2nya:
      Pelampung memakai botol aqua bekas dan tali nilon.
      Sebuah sakelar dobel.
      Kayu list ukuran 2x1 dan ukuran 4x1.
      Pipa paralon 1/2".
      Peluru bearing/ gotri yg agak besar, saya memakai bearing roda belakang suzuki carry yg dimasukkan kedalam paralon, sebagai pemberat.
      Mur baut ukuran 10 sebanyak 6 pcs, beserta ring.
      Fisher ukuran 8 mm sebanyak 2 pcs, beserta sekrupnya, untuk menempelkan alat ini ke tembok.
      Potongan Lembar Plastik Tebal (lihat gambar, plastik kuning) sebanyak 2 pcs, untuk mengikat alat ini ke fisher.
      Sebuah bandul besi untuk pemberat.
      Sebuah terminal listrik yg dipotong2 sesuai kebutuhan.
      Sebuah kawat tembaga, lebih kurang sepanjang 10 cm untuk menyambungkan arus listrik. lihat gambar area terminal.
      Timah yg disolderkan ke kawat tembaga, agar hubungan listrik tersambung lebih baik.
      Kabel listrik seperlunya.
      Tolong lihat gambar, perhatikan sekrup mana yg kendur dan mana yg dikencangkan.
      untuk mur baut yg di kendurkan, hendaknya diberikan dobel mur, sebagai pengunci, agar mur baut tidak terlepas.

      terimakasih yaser kusuma, sukses untukmu..

      Hapus
  7. oh iya pak satu lagi,bagaimana caranya alat ini disambungkan ke pompanya ya pak ? makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk penyambungan arus ke pompa air, silahkan melihat di
      http://o2-fresh.blogspot.com/2011/03/skema-pembuatan-saklar-otomatis-dengan.html

      terimakasih yaser kusuma..

      Hapus
  8. kreatif banget idenya...
    maju terus pak

    BalasHapus
  9. hati2 hubungan kawat tembaga dan klip rawan bisa timbul percikan api

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar anonim.., karnanya saya berikan lapisan timah pada bagian yg bersentuhan, agar aliran listrik terjaga lebih sempurna dan tak terjadi efek panas pada titik pertemuan kawat tersebut.
      terimakasih anonim..

      Hapus

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

 

o2-fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates