Membuat Nomor Rumah dari Kayu
Pembuatan nomor rumah ini memakan waktu lebih dari seminggu, dari awal hingga selesai, karena hanya dikerjakan pada saat sedang off dan tidak ada kegiatan lain.
Lamanya pengerjaan diakibatkan dalam pembuatan tanpa perencanaan, hanya mengikuti ide yang muncul dan menyesuaikan bahan yang tersedia.
Kebetulan yang ada berupa beberapa balok kayu dan selembar kecil multiplek, semuanya memiliki ketebalan 2 cm.
Nomor 1167 merupakan karya kedua saya yang dibuat dari kayu.
Sayangnya saya tidak membuat postingannya.
Mencari karakter angka yg dirasakan pas di internet.
2. Pembuatan Latar Belakang.
Setelah lem mengering, lakukan pemotongan alas nomor rumah yang sudah dibuat, disesuaikan dengan susunan peletakan nomor rumah nantinya.
Karena angka terlalu dalam tertanam pada alas, ketebalan kayu yang sebesar 2 cm tidak terlihat maksimal.
Nomor kayu yang sudah di tempelkan potongan triplek dilihat dari sisi belakang.
RANGKAIAN KEGIATAN PEMBUATAN
1. Pembuatan Angka.
Membuat pola pada kertas lalu digunting
Menggambar pola tersebut ke kayu yg hendak dipotong.
Saya menggunakan kayu balok dengan ketebalan sekitar 2 cm.
Pemotongan menggunakan mesin scroll saw.
Saya menemukan papan multiplek 2 cm yang tidak terlalu besar, terlalu pas untuk dibuat sebagai latar belakang nomor rumah.
Akhirnya saya memutuskan untuk memotongnya secara memanjang dengan ukuran masing-masing 1,5 cm.
Pemotongan menggunakan mesin jigsaw
Dengan menggunakan mata gergaji jigsaw berjenis kasar, untuk pemotongan cepat tetapi memiliki hasil potong yang tidak rapi.
Potongan-potongan tersebut disusun ulang ditempat yang rata dibantu penggaris siku, setelah itu ditahan dengan menggunakan penjepit kayu.
Teteskan power glue di sepanjang titik pertemuan potongan-potongan kayu yang menempel, secara sisi ketemu sisi, sehingga terbentuk
- Papan yang kuat
- Ukuran menjadi lebih luas, cukup luas untuk dijadikan alas nomor rumah,
- Serta memiliki tekstur unik
3. Setting Ketinggian Nomor.
Untuk mengatasinya, saya menambahkan ganjalan berupa potongan triplek pada bagian belakang angka.
Nomor kayu yang sudah di tempelkan potongan triplek dilihat dari sisi belakang.
4. Pembuatan List Pigura.
Menggunakan balok kayu ketebalan 2 cm yang di buat alur pada sisinya dengan kedalaman 1,5 cm dan lebar 0,7 cm menggunakan mesin router
Menggunakan mata router jenis straight bit ukuran 12mm
Perlu diperhatikan saat menggunakan mesin router:
- Benda kerja harus terikat dengan kuat dan sempurna.
- Gunakan kedua tangan untuk memegang mesin router.
- Jangan terburu-buru.
- Lakukan gerakan secara stabil dan terkendali.
- Perhitungkan kemungkinan mesin router meloncat atau terpental akibat gerakan tangan yang keliru, sementara pisau router berputar pada kecepatan yang sangat tinggi.
Keteledoran dalam penggunaan mesin router dapat menyebabkan cedera yang sangat serius.
5. Setting Pigura.
Lakukan pengukuran lalu berikan garis tanda dengan sudut 45° menggunakan pinsil, sebagai titik acuan pemotongan.
Sayangnya saya tidak memiliki gergaji potong yang sesuai, akhirnya saya gunakan gergaji scroll saw, hasilnya agak miring-miring sih.. 🫣
Agar memudahkan perakitan
saya melakukannya di tempat yang rata sempurna, seperti meja kaca.
Lalu menggunakan bantuan penggaris siku untuk mendapatkan sudut 90 derajat yang mendekati sempurna.
Untuk mempertahankan posisi tersebut, saya menggunakan Staples, dengan memberikan 3 paku disetiap sudutnya.
Pada bagian titik pertemuan perkuat dengan power glue. Sementara untuk bagian yang renggang, tidak masalah karena celah tersebut bisa di akali dan ditutupi dengan meratakan serbuk kayu kemudian teteskan dengan power glue.
Setelah kering, haluskan dengan menggunakan amplas dengan bantalan kayu rata atau dengan menggunakan mesin amplas.
Lakukan pengukuran ulang pada alas latar belakang nomor dengan menggunakan bantuan penggaris siku lalu tandai dengan pensil. Koreksi mengikuti garis pensil yang ditandai tadi menggunakan mesin scroll saw.
Ini hasilnya..
6. Pembuatan Bagian Penutup Belakang dan Gantungan Pigura.
Karena kumpulan sekrup yang saya miliki tidak ditemukan, akhirnya saya menggunakan baut sebagai pengganti sekrup.
Saya gunakan mini grinder diamond bermata runcing, sebagai alat bantu agar baut bisa masuk dan mengikat ke dalam List pigura dengan mudah.
Sementara untuk bagian gantungan pigura saya menggunakan seutas tali yang diikatkan pada dua buah baut yang menembus hingga masuk ke bagian list pigura sehingga dirasa aman, tak mudah jatuh, terlepas.
Bagian belakang nomor di ikat, ditempelkan ke penutup belakang pigura menggunakan power glue sehingga posisinya kuat dan tidak akan terlepas.
Cukup berat, mantab, karena menggunakan bahan dari balok kayu.
Test gantung pada dinding ruang tamu di rumah.., bagus juga 🫣🙂.. 🤔😁.. 😂..
Sebagian peralatan yg dipakai
Penutup samping mesin scroll saw memang sengaja saya lepas, agar memudahkan saat membersihkan bagian dalam mesin yang penuh dengan serbuk kayu hasil pemotongan.
Semoga manfaat
Thx ^_^




.jpg)
~2.jpg)

~2.jpg)
~2.jpg)
.jpg)
.jpg)

~2.jpg)
~3.jpg)
~2.jpg)

~2.jpg)
~2.jpg)
~3.jpg)
~2.jpg)


