Sabtu, 17 April 2021

0 Memperbaiki Bagian Tripot Kamera yg Patah

Tripot ini sudah saya miliki cukup lama sehingga beberapa bagian yg terbuat dari plastik menjadi getas dan sangat mudah patah.


Untuk bagian atas saya menggunakan papan triplek 3 mm dan sedikit potongan kayu sebagai penjepit. Sedangkan untuk bagian bawah tripot saya menggunakan kayu balok.


Hanya karena tersenggol dan jatuh, bagian bawah tripot ini patah dan pecah berkeping2.


Muncul ide mengganti bagian yg pecah dengan menggunakan kayu seadanya.

Perbaikan Bagian Atas Tripot

Saya buat lubang 2 cm, posisi agak ditepi kayu agar dapat kelenturannya. Lalu saya buatkan lubang untuk batang pengontrol sudut vertikal pengambilan kamera.

Saya ganti mur aslinya dengan mur batterai accu sepeda motor yg memiliki ukuran mur yg lebih lebar


diameter lubang sudah sesuai dengan poros pada tripot, baut pengunci sudut vertikal kamera yg sekaligus pengancing kayu dengan poros juga sudah berfungsi baik.

Membuat garis potong sesuai design yg memungkinkan


Pemotongan..

Sekaligus merapikan


Perbaikan Bawah Tripot

Untuk bagian atasnya lambat laun mengalami retak yg memungkinkan android/ kamera akan terjatuh, sehingga saya coba memperbaikinya dengan cara mengganti bagian yg retak dengan papan triplek dan sedikit potongan kayu. 

Potongan kayu dibentuk agar dapat masuk di bagian lubang holder tripot

dan terjepit sempurna.

Tempelkan potongan kayu ke triplek yg sebelumnya sudah dipotong sesuai plastik tatakan holder aslinya dengan menggunakan power glue.

Buat lubang untuk baut pemegang holder android. 

Buat lubang pada bagian bawah potongan kayu seukuran kepala baut pemegang holder android

Permukaan triplek diberi cairan power glue secara merata dan ditunggu hingga kering kemudian amplas hingga permukaan triplek menjadi halus.

Tripot siap digunakan dalam landscape

Maupun portrait..


Thx,  ^_^






Rabu, 14 April 2021

0 Aliran Oksigen Mengecil, Darurat

Selama menjalani pengobatan Covid 19, saya sempat diwajibkan menggunakan oksigen.

Pada kondisi tertentu, tubuh saya tidak mampu menarik napas dengan baik tanpa bantuan oksigen.

Tanpa oksigen, sedikit saja tarikan napas langsung memicu batuk yang tidak bisa dikendalikan, dan justru semakin mempersulit pernapasan.

Pada masa itu, saya cukup sering memperhatikan tabung dan regulator oksigen.

Penambahan air pada gelas tabung regulator terkadang saya lakukan sendiri, bahkan sesekali ikut membantu mengisikan air pada regulator oksigen pasien di sebelah saya.

Beberapa kali saya mengalami aliran oksigen yang tiba-tiba mengecil. Regulator pun diganti dengan regulator lainnya.

Hingga pada suatu saat, ketika saya mengisi air di tabung regulator milik pasien sebelah, saya tidak melihat adanya benda kecil berwarna putih di ujung pipa regulator—bagian yang biasanya bersentuhan langsung dengan air di dalam gelas tabung.

Pada saat itu saya justru melihat aliran oksigen yang sangat melimpah.


Saya kemudian menyadari bahwa benda kecil tersebut kemungkinan berfungsi untuk memecah gas oksigen menjadi partikel yang lebih halus agar tersaring oleh air dengan lebih sempurna.


Namun dalam beberapa kondisi, justru bagian kecil inilah yang sering membuat aliran oksigen mengecil, bahkan terhenti.



Akhirnya, saya memutuskan untuk melepaskan bagian kecil tersebut agar aliran oksigen kembali lancar.

Saya sadar, langkah ini bukan cara terbaik dan bukan pula anjuran medis, tetapi pada saat itu saya merasa perlu mengambil keputusan agar suplai oksigen tetap berjalan tanpa hambatan.

Pada kondisi lain, adakalanya aliran oksigen terasa sudah besar, tetapi napas tetap terasa kurang maksimal.

Dalam situasi seperti ini, masker oksigen juga perlu diperiksa.

Karet silikon yang menempel pada masker mudah terlepas, dan bila tidak disadari, oksigen justru banyak terbuang keluar.

Dalam kondisi darurat, lubang masker yang terbuka sementara dapat ditutup agar oksigen tetap terhirup dengan baik.



Ketika bersama teman-teman sekamar..


Saat itu, kami semua hanya bisa memandang keluar melalui jendela kamar isolasi, yang posisinya persis di samping tempat tidur saya.
Kami selalu menantikan hasil laboratorium, berharap nama kami dipanggil dan diperbolehkan keluar dari ruang isolasi.
Setiap orang merindukan keluarganya masing-masing, menunggu saat bisa kembali berkumpul bersama mereka.
Sayangnya, tidak semua mendapatkan kesempatan itu.
Al-Fatihah… 😔


Di sela penantian itu, saya juga sering menerima tampungan makanan lebih.
Hal kecil yang justru menjadi penghibur di tengah suasana berat.
🤣

Sehat-sehat semuanya ya.. 😀

Setelah dinyatakan negatif covid 19 saya di pindahkan ke ruang isolasi negatif covid untuk pemantauan lanjutan. 

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, 

Aamiin Ya Robbal Allamiin 🤲🌺

Thx,  ^_^

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

Flag Counter
 

o2 fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates