Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 April 2021

0 Aliran Oksigen Mengecil, Darurat

Selama menjalani pengobatan Covid 19, saya sempat diwajibkan menggunakan oksigen.

Pada kondisi tertentu, tubuh saya tidak mampu menarik napas dengan baik tanpa bantuan oksigen.

Tanpa oksigen, sedikit saja tarikan napas langsung memicu batuk yang tidak bisa dikendalikan, dan justru semakin mempersulit pernapasan.

Pada masa itu, saya cukup sering memperhatikan tabung dan regulator oksigen.

Penambahan air pada gelas tabung regulator terkadang saya lakukan sendiri, bahkan sesekali ikut membantu mengisikan air pada regulator oksigen pasien di sebelah saya.

Beberapa kali saya mengalami aliran oksigen yang tiba-tiba mengecil. Regulator pun diganti dengan regulator lainnya.

Hingga pada suatu saat, ketika saya mengisi air di tabung regulator milik pasien sebelah, saya tidak melihat adanya benda kecil berwarna putih di ujung pipa regulator—bagian yang biasanya bersentuhan langsung dengan air di dalam gelas tabung.

Pada saat itu saya justru melihat aliran oksigen yang sangat melimpah.


Saya kemudian menyadari bahwa benda kecil tersebut kemungkinan berfungsi untuk memecah gas oksigen menjadi partikel yang lebih halus agar tersaring oleh air dengan lebih sempurna.


Namun dalam beberapa kondisi, justru bagian kecil inilah yang sering membuat aliran oksigen mengecil, bahkan terhenti.



Akhirnya, saya memutuskan untuk melepaskan bagian kecil tersebut agar aliran oksigen kembali lancar.

Saya sadar, langkah ini bukan cara terbaik dan bukan pula anjuran medis, tetapi pada saat itu saya merasa perlu mengambil keputusan agar suplai oksigen tetap berjalan tanpa hambatan.

Pada kondisi lain, adakalanya aliran oksigen terasa sudah besar, tetapi napas tetap terasa kurang maksimal.

Dalam situasi seperti ini, masker oksigen juga perlu diperiksa.

Karet silikon yang menempel pada masker mudah terlepas, dan bila tidak disadari, oksigen justru banyak terbuang keluar.

Dalam kondisi darurat, lubang masker yang terbuka sementara dapat ditutup agar oksigen tetap terhirup dengan baik.



Ketika bersama teman-teman sekamar..


Saat itu, kami semua hanya bisa memandang keluar melalui jendela kamar isolasi, yang posisinya persis di samping tempat tidur saya.
Kami selalu menantikan hasil laboratorium, berharap nama kami dipanggil dan diperbolehkan keluar dari ruang isolasi.
Setiap orang merindukan keluarganya masing-masing, menunggu saat bisa kembali berkumpul bersama mereka.
Sayangnya, tidak semua mendapatkan kesempatan itu.
Al-Fatihah… πŸ˜”


Di sela penantian itu, saya juga sering menerima tampungan makanan lebih.
Hal kecil yang justru menjadi penghibur di tengah suasana berat.
🀣

Sehat-sehat semuanya ya.. πŸ˜€

Setelah dinyatakan negatif covid 19 saya di pindahkan ke ruang isolasi negatif covid untuk pemantauan lanjutan. 

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, 

Aamiin Ya Robbal Allamiin 🀲🌺

Thx,  ^_^

Minggu, 14 Februari 2021

0 Melewati Hari yg Menegangkan Bersama Covid 19


Melewati Hari yg Menegangkan Bersama Covid 19


Tulisan ini adalah catatan pribadi selama menjalani Covid-19, ditulis apa adanya sebagai arsip pengalaman, bukan sebagai rujukan medis.

Tidak pernah terpikirkan bahwa saya akan menjadi seorang penderita dan menjalani pengobatan Covid 19, awalnya sakit flu, itu yg saya rasakan, hanya saja untuk kali ini agak berbeda, rasa pusing seperti tidak kunjung hilang.
 
 
Diawali sebelum tahun baru yg lalu:
 
28 Desember 2020 (hari ke 1), saya mengalami kepala pusing dan bersin.
 
30 Desember 2020 (hari ke 3), mulai ada rasa demam yg timbul hilang, akhirnya mengurungkan niat pergi ke rumah mertua untuk rencana Tahun Baru bersama mereka karena kondisi badan sedang tidak fit. Dapat info, beberapa anggota keluarga disanapun juga dalam kondisi kurang sehat.

31 Desember 2020 (hari ke 4), pagi hari, sekujur badan terasa linu yg teramat sangat, terlebih lagi rasa ngilu pada bagian sendi-sendi, seperti masuk angin dan juga kehilangan nafsu makan hingga beberapa hari.

3 Januari 2021 (hari ke 8), mendapat kabar bahwa salah satu anggota keluarga positif covid saat di Swab PCR.

5 Januari 2021 (hari ke 9), kami putuskan sekeluarga Swab PCR, karena sudah merasa kemungkinan besar telah tertular Covid. 
Kami lakukan Swab PCR di Laboratorium Galaxy, agar seandainya dinyatakan positif covid akan lebih mudah untuk mendapatkan penanganan yg lebih serius.

6 Januari 2021 (hari ke 10), malam, dapat kabar hasil test Swab PCR, kami dinyatakan positif covid, nilai saya 19 Ct, sementara istri 14 Ct, kami putuskan untuk isolasi mandiri dirumah. 
Saya menyampaikan hal ini ke keluarga terdekat, kakak-kakak saya, agar protokol kesehatan covid mulai dijalankan. Kami dan seluruh keluarga sibuk mencari kelengkapan obat-obatan, vitamin, madu, bermacam herbal untuk menghadapi covid.
Pada malam itu, saya juga informasikan ke ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga setempat melalui pesan Whatsapp, bahwa saya dan istri saya positif covid 19 berdasarkan hasil test Swab PCR. Sambil menyertakan foto hasil test Swab PCR, foto Kartu Tanda Penduduk dan foto Kartu Keluarga. 
Keesokan harinya, ketua Rukun Warga, Bapak Beki, segera menghubungi pihak puskesmas setempat, Jakasetia. 
Melalui Ibu Lili, mereka memantau keadaan saya dan juga istri, menanyakan apa saja yg dirasakan, obat apa saja yg ada dan sudah kami minum, serta berbagai pertanyaan lainnya. Lalu dari hasil konsultasinya dengan dokter setempat, kadang pihak puskesmas mengirimkan obat tambahan ke rumah bila dirasakan perlu. 
Semua komunikasi ini dilakukan via aplikasi Whatsapp.

Ibu Lili dari Puskesmas Jakasetia

11 Januari 2021 (hari ke 15), Senin sore, saat saya batuk pada dada bagian atas sebelah kanan dan kiri, merasakan sakit nyeri, seperti ditusuk. Saya laporkan hal ini kepada Ibu Lili, menanyakan, 
"Apakah tidak lebih baik saya dirawat di rumah sakit" (baru kali ini muncul perasaan takut). 
Oleh ibu Lili disampaikan kepada Drg. Maria, Ketua Team Penanganan Covid Puskesmas Jakasetia, yg langsung ditindaklanjuti untuk dicarikan tempat ke rumah sakit rujukan covid oleh Bidan Laily.

Beberapa Anggota Team Penanganan Covid dari Puskesmas Jakasetia

Drg. Maria

Bidan Laily
 
12 Januari 2021 (hari ke 16), Selasa pagi, dapat kabar ada tempat kosong dan diminta agar sore hari bisa langsung masuk ke RS Ananda Babelan, atas info dari Ibu Lili dan pengantar dari Drg Maria.
 
 Malam pertama di Rumah Sakit
 
Sejak sore itu, saya ditangani serius dengan petugas kesehatan berseragam APD. Disana kami sesama penderita covid dikumpulkan di bagian pintu belakang rumah sakit, di absensi, di rontgen dada, lalu di antarkan ke kamar dan tempat tidur kita masing-masing, lalu di rekam jantung dan dipasang infus (Ada riwayat hipertensi dan pernah ada riwayat jantung koroner).

13 Januari 2021 (hari ke 17), Rabu malam hingga Kamis dinihari, batuk disertai sakit nyeri pada bagian dada. Letak titik sakitnya berubah-ubah, tidak tetap di satu titik. hingga hampir semalaman saya tidak bisa beristirahat. 
Saya tidak dapat menarik napas panjang karena dipastikan akan batuk. 
Malam itu direkam jantung lalu posisi tempat tidur pada bagian kepala agak ditinggikan.
 
14 Januari 2021 (hari ke 18), Kamis siang, saya langsung diberikan oksigen yg menjadikan saya tidak batuk dan akhirnya membuat saya bisa tidur.
 
 Masker oksigen

Tempat tidur saya dekat dengan jendela
 
15 Januari 2021 (hari ke 19), Jumat, visit dokter penyakit dalam, agar saya melakukan terapi tengkurap dengan bantal diletakkan di bagian dada. Terapi ini dilakukan 3 sampai 4 kali dalam sehari dan setiap terapi dilakukan selama 30 menit. 
Saya di wajibkan terus memakai oksigen karena saturasi sempat diangka 93, belum terlalu parah.
Jumat malam saluran infus macet, akhirnya infus dilepas.
 
Saluran infus macet, punggung tangan membengkak
 
Biasanya obat suntik melalui jalur infus
 
16 Januari 2021 (hari ke 20), Sabtu pagi saat dikamar mandi, batuk tetapi dahak tidak keluar, sempat kesulitan bernafas.
 
17 Januari 2021 (hari ke 21), Minggu pagi, dada terasa sakit. Minggu sore rekam jantung. 
 
18 Januari 2021 (hari ke 22), Senin pagi saat bangun dada terasa sakit, cenderung di dada kanan agak dibawah. 
Jam 7.30 dipasang jalur utk obat suntik (semacam jarum infus), tetapi baru sekali pakai punggung telapak tangan sudah membengkak, jalur untuk obat suntik terpaksa dilepas lagi. 
Jam 8 rekam jantung.
Jam 3 sore visit dokter paru, teruskan latihan tengkurap dengan bantal di bawah dada. 
Setelah 30 menit latihan, dahak keluar tapi kemudian sakit pada dada setiap menarik napas panjang (itu proses).


Obat suntik diganti dengan obat minum

19 Januari 2021 (hari ke 23), Selasa Pagi, kesulitan ambil darah dari lengan kiri. 
Darah terlalu kental dan berwarna merah kehitaman salah satu efek dari Covid.
Setengah jam kemudian, suntik pengencer darah dari bagian otot lengan kanan.
Jam 14.30 di Swab PCR pertama.
Saat mandi, badan terasa agak aneh, seperti mau kedinginan dan badan seperti mau jatuh tidak ada kekuatan.

20 Januari 2021 (hari ke 24), Rabu dini hari, 00.30, terbangun buang air, terasa berputar, pusing, melayang, lapor suster via Whatsapp, diberi Paracetamol 500mg, Tekanan darah normal.

21 Januari 2021 (hari ke 25), Kamis pagi, 07.30, disarankan belajar lepas oksigen.
Yg dirasakan pada saat lepas oksigen:
- 10 menit pertama pusing
- Setelah 59 menit batuk/sesak
- Setelah 2 jam semakin pusing, pipi kebas
- Setelah 2 jam 15 menit kepala belakang seperti di tekan, gunakan oksigen kembali selama 30 menit.
Saturasi 98, lalu belajar lepas oksigen lagi.
Info, hasil Swab PCR pertama masih positif.
Jam 11, visit dokter, latihan tengkurap, tidur setengah duduk. Jika dada sakit pindah2 segera hub suster utk record jantung. jika perlu oksigen sementara digunakan.
 
Ganti selang oksigen
 
Buang air besar lebih dari 2 kali, kemungkinan karena dari kemarin selalu minum air panas/ hangat sehingga baik untuk pencernaan. 
Jam 22 diberi obat sakit perut oleh suster.
 
22 Januari 2021 (hari ke 26), Jumat pagi, Swab PCR kedua. 
 
23 Januari 2021 (hari ke 27), Sabtu, visit dokter paru, latihan tidur tengkurap dan miring kanan kiri.
cek saturasi 97, tekanan darah normal
Jam 12, sesak dan batuk, ijin pake oksigen. suster datang coba dinaikkan sedikit kasurnya.
Terasa sakit dibagian dada kanan sebelah bawah.
Info, hasil Swab PCR kedua negatif, Alhamdulillah.
Ambil darah, siap pindah kamar setelah tidak ada sesak.
Jam 14 pindah kamar ke 201, isolasi negatif covid.
Begitu masuk kedalam ruangan, diperintahkan untuk segera mandi, keramas dan ganti baju bersih (steril).
Jam 16 Rontgen torax.
Jam 17 dokter visit, jgn pakai oksigen.
Info, sebelum pulang saya harus bertemu dengan dokter penyakit dalam.

Ruang Isolasi Negatif Covid

24 Januari 2021 (hari ke 28), Minggu, jam 11.30, Suster datang membawa surat-surat kelengkapan dari rumah sakit, hasil rontgen terakhir, juga memberi dan menerangkan obat-obatan untuk saya minum di rumah.
Isolasi mandiri dirumah selama 2 minggu.
Whatsapp dengan Ibu Lili (Puskesmas Jakasetia) tentang kepulangan saya dan mengirimkan hasil swab terakhir. Mereka bencana akan berkunjung ke rumah untuk dokumentasi.
 
Sesekali latihan tengkurap dengan bantal diletakkan diatas dada
 
Kadang diperlukan saat terasa sesak dan menaikkan saturasi

 
Oximeter jadi perlengkapan standart isolasi mandiri
 
25 Januari 2021 (hari ke 29), Senin dini hari, dada kanan sakit, terbangun lalu tahajud. 
Gunakan oksigen sebentar. Alhamdulillah..

1 februari 2021 (hari ke 36), Senin malam, saat merapikan sajadah, melakukan posisi menunduk, tiba-tiba seperti tidak bisa napas, tetapi hanya beberapa saat.
 
2 februari 2021(hari ke 37) , Selasa siang, untuk beberapa saat terasa sesak seperti sulit bernapas setelah membersihkan dan mengeringkan kasur decubitus berikut selang dan pompanya. 

Ternyata ini adalah salah satu efek dari Covid 19 dan tubuh kita perlu waktu untuk bisa kembali seperti semula.
 
Pada saat tulisan ini saya revisi, 15 februari 2021, kondisi kesehatan saya sudah normal sepenuhnya, hanya saja dari info yg saya dapat, sebaiknya jangan memaksakan beraktivitas yg terlalu berat. 
Jaga kesehatan kalian semua ya?

Terimakasih kepada semua pihak atas support dan perhatian yg sudah diberikan kepada saya dan istri saya, sedari sakit hingga kami sembuh, Alhamdulillah. 
Semoga Allah SWT akan membalas kebaikan kalian semua,
Aamiin YRA.

Semoga tulisan ini akan membawa manfaat.
Thx,  ^_^

Senin, 05 Oktober 2020

0 Cara Mudah Mengatasi Rasa Sakit Gigi yg Sudah Tak Tertahankan

Masalah sakit gigi kembali muncul dan baru terasa pada malam hari disaat menjelang waktu istirahat. Beberapa kali saya lakukan menyikat gigi, berkumur dengan obat kumur, tetap terasa sakit, malah menjadi lebih parah. Saya coba minum obat penghilang sakit M****al, sepertinya tak juga mengurangi rasa sakit. Akhirnya istriku melihat-lihat youtube, ada beberapa cara untuk mengatasi sakit gigi, saya tertarik untuk mencoba salah satunya, yaitu dengan menggunakan rebusan daun jambu biji.

Ketika saya coba berkumur dengan air rebusan ini, reaksi pertama yg saya rasakan adalah rasa sakit yg luar biasa parah tetapi hanya berlangsung sekitar 7 detik kemudian rasa nyeri berangsur hilang dan tetaplah berkumur hingga selama 30 detik dan rasa sakit tak dirasakan lagi. Akhirnya malam itu saya beristirahat dengan nyaman tanpa rasa sakit. Usahakan esok harinya pergi ke dokter, agar pengobatan sakit gigi segera ditangani oleh ahlinya.



Cara pembuatannya seperti di bawah ini:

7 helai daun jambu biji dicuci bersih

Panci masak diisi air sebanyak 200 ml atau hampir seukuran 1 gelas mug

Masukkan daun jambu ke dalam panci lalu panaskan hingga air mendidih


Setelah daun berubah warna, matikan api, lalu diamkan hingga air menjadi hangat


  Tuang air rebusan daun jambu ke dalam gelas mug, lalu masukkan garam sebanyak 1 sendok teh

aduk hingga merata


Masukkan ke dalam botol, agar lebih mudah digunakan.


Dari pengalaman, air rebusan ini dapat bertahan hingga 2 hari.

 

Senin, 06 April 2020

0 Membuat Alat Pengusir Tikus dengan Suara Ultrasonik

Minggu lalu saya membeli secara online alat pengusir tikus dengan mengeluarkan suara ultrasonik, merek terkenal dan berharga sangat murah. Tetapi sayangnya ketika hendak saya coba, saya merasa ada yg aneh, saya coba lihat di Youtube, barangkali ada barang sejenis yg pernah di review, ternyata ada barang palsu yg sama persis dengan yg saya beli, hanya lampu led dan tidak ada speaker sama sekali. Barang palsu yg tidak ada gunanya sama sekali.
Ketika tengah berjemur matahari pagi tadi, munculah ide, mengapa tidak menggunakan barang-barang yg ada untuk membuat alat pengusir tikus dengan suara ultrasonik.

Langkah-langkah yg saya lakukan
  • Cari di youtube, "Suara ultrasonik pengusir tikus"
  • Saya memilih Mouse killer on kill mice/ MKOKM
  • Download file MKOKM yg berbentuk mp4
  • Konversikan file MKOKM kedalam bentuk mp3, saya menggunakan aplikasi Format Factory pada laptop.


  • Siapkan memory card dan hapus seluruh file yg ada, kemudian simpan file MKOKM kedalam memory card. Hanya ada 1 file MKOKM didalam memori card tujuannya agar saat MP3 player dihidupkan hanya file MKOKM yg diputar secara berulang-ulang. Pada proses penghapusan dan copy file, saya melakukannya melalui handphone dan menggunakan bluetooth handphone untuk transfer data.
  • Saya menggunakan handphone karena card reader yg saya miliki mulai tidak bisa membaca memory card dengan stabil/ koneksi terputus-putus. Kalau sudah seperti ini, card reader waktunya untuk dibuang, jangan digunakan lagi karena akan merusak memori card, hingga tidak bisa digunakan lagi.


  • Masukkan memory card kedalam mp3 player



  • Hidupkan dan letakkan mp3 player pada tempat yg banyak tikusnya


Jangan beli alat pengusir tikus ultrasonik yg berharga murah, akan kecewa nantinya.

Catatan: Setelah menggunakan alat pengusir tikus dari tanggal 6 April 2020, secara non stop, hingga semalam, Kamis, 16 April 2020 (10 hari), kamar kosong terlihat bersih. Tetapi pada keesokan hari, jumat siang, saya temukan terdapat kotoran tikus.
Menurut analisa saya, para tikus sepertinya mulai beradaptasi dengan suara ultrasonik yg ada. Jadi sepertinya wajib untuk mengganti dengan lagu yg baru. Saya menemukan di Youtube, Suara pengusir tikus, kecoa dan nyamuk, layak untuk dicoba.


Thx,  ^_^

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

Flag Counter
 

o2 fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates