Rabu, 11 Maret 2026

0 ​Di Titik 25 Persen: Mencari Tenang di Ruang Isolasi

Waktu dirawat karena covid 19 yg lalu, saya mengalami satu fase, pilihan ke diri kita sendiri, "siap tidak siap harus dihadapi".




Hari ke-2 malam, saya terbatuk.., yg berbeda dengan batuk pada umumnya, adalah: saya tidak bisa mengambil napas karena selalu batuk tanpa bisa dicegah, bahkan di setiap menarik napas, padahal baru di 25% tarikan napas. 



Atas info dokter, saat itu saya wajib pakai oksigen, dimana dengan cara itu saya bisa menarik napas tanpa adanya rangsangan batuk.
Ada kejadian yg agak bersifat tehnis dimana tak sengaja temukan cara darurat mengatasi aliran oksigen yg mengecil, mampat, bahkan berhenti.



Ketika saya memasuki kamar perawatan dengan penanganan standar rumah sakit yg sangat ketat: 
  • Petugas menggunakan APD
  • Berhubungan dengan petugas hanya melalui pesan wa
  • Perintah tegas, tidak boleh keluar dari kamar terisolasi
  • Berita dari keluarga atau teman, bahkan televisi tentang bahaya Covid dan orang² yg terkena dan meninggal.
Situasi ini yg membuat kita sadar, harus mempersiapkan diri masuk ke situasi yang terburuk dalam keadaan tenang, penuh kesadaran. 


Ada tiga hal yang selalu saya lakukan setiap hari.


Pagi

Mendengarkan kisah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dari sebelum lahir hingga turunnya surat kedua.


Mendengarkan kisah para sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.



Ada satu kejadian yang saya ingat.

Di suatu pagi saat tengah sarapan, saya mendengarkan kisah salah satu sahabat nabi. 
Karena terlalu asyik mendengarkan, tiba-tiba saya tersadar,
'Eh suara hp-nya dari tadi ke kencengan ya?'

Jadi saya langsung bilang ke pasien (alm.) di sebelah saya,
"Pak  volume Hp-nya kekerasan ya? Maaf ya.. 🙏"
"Ah enggak kok pak, ini saya malah ingin dengerin".

Gerakannya begitu ringan, sambil beranjak pindah dari tempat tidur ke kursi disamping tempat tidur saya, seolah ingin lebih memperjelas suara cerita kisah sahabat nabi yg sedang saya setel.

Tapi di keesokan harinya, saya tak melihatnya lagi, gorden tempat tidurnya selalu tertutup, karena sedang dalam perawatan yg lebih intensif.
Al Fatihah untuk beliau 🤲🌺


Siang menjelang sore:

Membaca seluruh surat-surat yang sudah saya hafal.
Setelah itu menghafalkan surat-surat baru dengan: 
  • Membaca, terutama ditempat yang sulit didalam pengucapannya.
  • Mendengarkan (menggunakan earphone), hanya mendengarkan, tanpa mengucapkan, 2-3 hari. 
  • Mengucapkan dengan perlahan dan berulang-ulang, sama seperti yang selama ini didengarkan.


Malam di jelang tidur:

Saya menyiapkan HP dalam posisi charger.
Lalu memutar murotal lengkap 114 surat Al-Qur'an berikut terjemahannya secara nonstop.

Saya berharap lantunan itu memberi aura positif dalam suasana istirahat malam.

Saat itu file tersebut masih berupa MP3 yang tersimpan di HP saya.




Masya Allah,
Alhamdulillah.
Astaghfirullah 😔



Semoga ada manfaat yang bisa diambil di tulisan ini,

Thx  ^_^

Popular posts

Pengikut

Buku Tamu

Flag Counter
 

o2 fresh Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates